Bocah SD Hilang di Sungai Ciujung

Tim BPBD Kabupaten Serang dan Basarnas melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Ciujung, Kampung Tambak Pasir, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Minggu (4/8). Foto Daru/Radar Banten

SERANG – Zahra (12) siswi kelas VI sekolah dasar (SD) tenggelam dan menghilang di Sungai Ciujung, tepatnya di Kampung Tambak Pasir, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Sabtu (3/8). Korban sempat tergelincir saat asyik bermain sepulang sekolah sebelum akhirnya tenggelam, tepatnya pukul 11.30 WIB. Hingga semalam berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang sekira pukul 20.30 WIB, tim pencarian belum menemukan korban.

Pantauan Radar Banten di lokasi kejadian, Minggu (4/8) pagi, puluhan warga menyaksikan jalannya proses pencarian korban menggunakan perahu karet. Beberapa orang dewasa ikut melakukan pencarian dengan berenang ke tengah sungai.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Serang Nivan Zulviana mengaku, pihaknya sudah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak enam personel untuk melakukan pencarian korban. “Zahra belum ditemukan, masih proses pencarian,” ungkap Nivan.

Dijelaskan Nivan, pihaknya menerima laporan soal tenggelamnya korban dari warga sekira pukul 14.30 WIB. Tiga puluh menit kemudian, TRC tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian hingga tengah malam. Pencarian korban tenggelam dilanjutkan keesokan harinya pukul 08.00 WIB. “Kita maksimalkan pencarian dengan dua perahu karet milik BPBD dan Basarnas (Badan SAR Nasional-red),” ujarnya.

Dijelaskan Nivan, pencarian hari kedua berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Tahap pertama pencarian akan dilakukan satu pekan ke depan dibantu tim dari Basarnas Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang, dan warga setempat. “Semoga hari ketiga korban berhasil kita temukan,” harapnya.

Kata Nivan, ciri-ciri korban berperawakan tinggi dan masih mengenakan seragam sekolah. Pihaknya melakukan pencarian menyisir seluruh wilayah sungai di lokasi kejadian. Jika selama tujuh hari korban belum ditemukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melakukan tahap selanjutnya sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Tim kami secara bergilir terus melakukan pencarian,” tegasnya.

Sarudin, warga Kampung Tambak Pasir mengaku kaget mendengar salah satu warganya tenggelam. Soalnya, baru kali ini ada korban tenggelam di kawasan sungai tersebut. (mg06/zai/ags)