Bocah yang Hanyut di Cilegon Ditemukan Tewas

CILEGON – Muhamad Arifin (10) warga Lingkungan Sukmarel Priuk, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Jombang, ditemukan tewas di Sungai Cibeber, kemarin. Korban hanyut di Sungai Cibeber saat hendak pulang usai bermain bola dengan kedua rekannya, Topan dan Fajar, pada Rabu (25/4) sekira pukul 12.00 WIB. Korban ditemukan oleh tim pencarian di Sungai Cibeber sekira pukul 13.00 WIB, Kamis (26/4), yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Pantauan Radar Banten, korban yang ditemukan oleh tim pencarian langsung dibawa ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Latif lantaran penemuan jenazah korban persis di belakang Ponpes tersebut, di Lingkungan/Kelurahan, Kecamatan Cibeber. Sebelumnya, tim pencarian pada pagi hari melakukan pencarian ke arah yang berlawanan, yakni ke sungai yang mengarah ke tol. Namun, keluarga menyarankan kepada tim pencarian agar melakukan pencarian ke arah Sungai Cibeber.

Selepas duhur, tim langsung membalikkan arah pencarian. Sekira satu kilometer, tim pencarian berhasil menemukan korban yang tersangkut di antara bambu-bambu yang tertancap di sungai.

Keluarga korban yang mendapatkan informasi langsung mendatangi ponpes di mana anaknya dibawa oleh tim pencarian. Lantaran tidak kuasa melihat anaknya tewas mengenaskan, kedua orangtua korban pingsan. Kapolres Cilegon pun langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kebenarannya. Setelah dicek dan benar, akhirnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika guna identifikasi oleh tim.

Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rizki Agung Prakoso membenarkan adanya penemuan mayat oleh tim pencarian di Sungai Cibeber pada Kamis (26/4) sekira pukul 13.00 WIB. “Mayat tersebut adalah korban hanyut kemarin (lusa-red). Ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh berbagai unsur dan dibantu oleh masyarakat,” katanya di lokasi kejadian Kamis (26/4).

Kata Rizki, saat itu korban usai bermain bola, lalu bermain di pinggiran Sungai Cibeber. Korban yang terpeleset sempat meminta tolong akan tetapi rekannya tidak sanggup menolongnya. “Si Topan rekan korban hendak memegang tangan korban akan tetapi tidak sampai dan korban hanyut,” ucapnya.

Saat ini, ungkap Rizki, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika untuk dilakukan pemeriksaan dan visum luar. “Nanti kami akan izin kepada keluarga jika diperbolehkan untuk melakukan autopsi. Yang jelas, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga korban dapat ditemukan dalam waktu relatif singkat,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, pihaknya bersama tim pencarian gabungan melakukan pencarian pada pagi hari sekira pukul 07.30 WIB. “Kami membagi dua tim pencarian, yakni di Sungai Cibeber dan Sungai Samandaran,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp kepada Radar Banten, Kamis (26/4).

Awalnya petugas memfokuskan pada Sungai Samandaran yang mengarah ke tol, lalu beralih ke Sungai Cibeber dan korban berhasil ditemukan sekira pukul 13.00 WIB. “Posisi korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sela-sela pohon bambu dengan kepala korban berada di bawah dan kaki terjepit di batang pohon bambu,” tandasnya. (Adi/RBG)