Boni Tergoda Janda Beranak Dua yang Rajin Senam

Yang namanya cobaan rumah tangga memang datang dari mana saja, termasuk tetangga yang jaraknya hanya lima langkah. Entah karena faktor pengalaman atau memang tidak tahan rayuan, Boni (32), nama samaran tega, menyelingkuhi sang istri tercinta, sebut saja Muna (31), dengan Yeyen (50), bukan nama sebenarnya, yang berstatus janda anak dua. Astaga.

HEBATNYA, hubungan mereka berlangsung satu tahun lamanya tanpa sepengetahuan sang istri tercinta. Tak ada yang menyangka, dari sikap kalemnya, diam-diam Boni pandai mengatur siasat perselingkuhan agar tidak ketahuan. Ibarat pria yang sudah berpengalaman, ia mampu mengelabui Muna.

“Saya enggak pernah menyangka, Kang. Soalnya, sehari-hari itu dia bersikap biasa. Sama tetangga maupun orang lain, orangnya ramah, enggak ada yang aneh,” kata Muna kepada Radar Banten.

Muna mengakui, ia memang sempat tak sengaja melihat sang suami mengobrol dengan Yeyen. Namun, layaknya hidup bermasyarakat, ia mengira Boni hanya mengobrol biasa seperti layaknya kepada tukang sayur keliling. Tapi ternyata, semua itu adalah pertanda dari hancurnya rumah tangga.

Terlebih, sang suami memang termasuk lelaki yang tak pilih-pilih dalam bergaul. Jangankan tetangga, tukang gorengan saja ia mengenalnya. Jadi, wajar saja kalau Muna tidak menaruh curiga. Luar biasa sekali Kang Boni, strategi perselingkuhannya terbangun rapi. Tapi, kok bisa sampai selingkuh sama Teh Yeyen begitu sih, Teh?

“Hmm, si Yeyen meski sudah tua, tapi pintar menjaga penampilan. Dia sering olahraga senam setiap minggu,” terang Muna.

Waduh, jadi itu toh penyebabnya.

“Bukan cuma itu sih, Kang. Iya sih kalau dilihat dari seksi mah dia lebih seksi, tapi kalau cantik, ya jelas cantikan saya. Memang dasar saja dianya janda genit, menggoda suami orang,” tukas Muna emosi.

Hingga suatu hari, peristiwa itu pun terjadi. Ketika Muna hendak meminjam ponsel suaminya, Boni langsung merebut dan melarang sang istri. Dengan alasan ingin menelepon atasan, Boni langsung pergi meninggalkannya. Mulai dari situlah, kecurigaan Muna muncul terhadap Boni.

Keesokan harinya, saat sang suami tertidur pulas, diam-diam ia mengambil ponsel Boni lalu membuka isi pesan singkat di dalamnya. Bagai melihat hantu di depan mata, Muna kaget luar biasa, sang suami sering berkomunikasi dengan Yeyen dengan sebutan sayang.

Seolah tak ingin kehilangan barang bukti, Muna men-screen shoot isi pesan singkat tersebut dan mengirim ke ponselnya. Anehnya, meski amarah sudah membara, tapi ia tak ingin cepat ambil tindakan. Menunggu waktu yang tepat untuk melabrak, Muna mengatur siasat agar tindakannya tidak terkesan sembarangan.

Dengan curhat kepada sahabat dan tetangga dekat, Muna mengatur strategi untuk melabrak suami. Tapi, ya namanya juga istri, sambil curhat, pasti disertai isak tangis saat menceritakan bagaimana kelakuan suami. Muna tak kuasa menahan kepedihannya.

Ya ampun. Sabar ya, Teh.

Tak sanggup menahan emosi, ia langsung keluar rumah dan berteriak di depan halaman rumah Yeyen. Padahal saat itu sedang hujan deras, teman-temannya pun hanya menyaksikan dari dalam. Strategi yang dibuat hancur berantakan, Muna menggedor pintu rumah sang janda.

Parahnya, bukannya keluar dan menemui Muna, Yeyen malah balas berteriak dari dalam. Tak ayal, hal itu membuat Muna semakin emosi. Ia pun mencoba mendobrak pintu rumah. Tapi apalah daya, tindakannya dicegah sang suami yang kebetulan baru pulang bekerja.

Oalah, memang dia ngomong apa Teh?

“Masa dia bilang, jangan berisik, anak gue lagi tidur. Ganggu orang saja,” kata Muna meniru ucapan Yeyen.

Kekuatan lelaki tentu jauh lebih besar, meski Muna mengamuk mencoba melepaskan diri, ia tak kuasa melawan tenaga sang suami. Mungkin lantaran malu dikerumuni warga, Boni dan Yeyen melanjutkan pertengkaran di dalam rumah. Teriakan mereka membuat suasana semakin parah.

“Saya tanya dia malah enggak mau mengaku, pas ditunjukkan bukti pesan singkatnya, baru dia diam,” kata Muna.

Seperti diceritakan Muna, Boni memang tipe suami pendiam. Saking pendiamnya, ia jarang sekali curhat tentang kehidupan pribadinya. Meski begitu, bagi Muna, Boni lelaki idaman yang sangat dicintainya. Bagaimana tidak, dengan postur tubuh atletis dan wajah nan tampan, ia mampu membuat Muna tergila- gila.

Muna juga bukan wanita biasa. Dengan kulit putih dan lekuk tubuh yang berisi, sebenarnya ia juga wanita idaman lelaki. Namun entah mengapa, Boni justru tega menyelingkuhi dengan tetangga sendiri, membuat sang istri emosi setengah mati.

Keributan keduanya mengundang perhatian warga, parahnya, mungkin kesal dengan teriakan Muna, Boni hampir melakukan tindak kekerasan. Beruntung berhasil dipisahkan warga. Dengan kehadiran ketua RT setempat, Muna, Boni, dan Yeyen dibawa ke kantor desa untuk menyelesaikan masalah secara baik. Namun, Muna menolaknya. Ia memilih masalah rumah tangga diselesaikan saat itu juga.

Dengan teriakan yang memekakkan telinga, ia meminta cerai pada suaminya. Apalah daya, seolah menyesali apa yang telah diperbuatnya, Boni berusaha menenangkan sang istri. Namun, Muna tak peduli.

Keesokannya, Muna memberesi barang-barang dan pulang ke rumah orangtua, ia dan sang buah hati tercinta, memutuskan pergi meninggalkan Boni seorang diri. Sebulan kemudian, mereka pun mengurus perceraian, Muna dan Boni resmi berpisah menyisakan kenangan rumah tangga.

Astaga, sabar ya Teh Muna. Lelaki mah memang begitu, Teh. Diam- diam tahunya nakal. Semoga Teh Muna dipertemukan dengan jodohnya lagi yang jauh lebih baik dari Kang Boni. Amin. (daru- zetizen/zee/ira/RBG)