Bos Kontrakan Hamili Anak Tiri

0
1285

SERANG – LL (47) diamankan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang Kota, Senin (1/2). Pemilik kontrakan di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang itu dituding telah menghamili AS (18), anak tirinya.

“Tersangka kami amankan Senin kemarin di daerah Cimuncang, Kota Serang. Tersangka merupakan pelaku persetubuhan dengan anak di bawah umur,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata, Rabu (3/2).

Dijelaskan Indra, kejahatan seks terhadap anak tersebut terjadi pada 2017 lalu. Ketika itu N, ibu kandungnya memanggil AS untuk masuk ke dalam kamar kontrakan. Di dalam, sudah ada LL, ayah tiri korban.

“Ibu korban ini awalnya manggil anaknya dan mempertontonkan hubungan suami istri, ” kata Indra.

Lantaran risih, korban sempat berniat meninggalkan kamar kontrakan. Namun dicegah oleh ibunya. Sembari berhubungan intim, tubuh korban digerayangi oleh LL. “Korban ini sempat dicabuli saat berada orang tuanya berhubungan badan,“ ujar Indra.

Usai melampiaskan nafsunya, LL membiarkan korban meninggalkan kamar kontrakan. “Awalnya enggak diceritakan (perbuatan cabul pelaku terhadap korban-red),” ujar pria asal Baturaja, Sumatera Selatan itu.

Pada pertengahan 2018, LL akhirnya berhasil menyetubuhi korban. Insiden itu terjadi saat korban diminta LL menjaga kamar kontrakkan. “Itu sebenarnya akal pelaku saja biar bisa menggauli korban. Hubungan tersebut (seks-red) tidak diketahui oleh ibunya,” kata Indra.

Usai kejadian tersebut, diduga pelaku sempat beberapa kali menyetubuhi korban. Alhasil, korban hamil. As pun melaporkan kejadian tersebut kepada ayah kandungnya, AA (41). “Korban ini ngadu ke ayah kandungnya kalau dia sudah dihamili pelaku,” kata Indra.

Pada pertengahan 2019, korban melahirkan. Setelah beberapa bulan melahirkan, pada 4 Januari 2021, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Serang Kota.

“Saat alat bukti sudah cukup, status terlapor kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan penangkapan,” ucap Indra.

LL disangka melanggar Pasal 81 jo Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidananya diatas lima tahun,” katanya. (mg05/nda)