BP Jamsostek Cimone dan BPR Kutabumi Sidomukti Kerja Sama

TANGERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Tangerang Cimone menjalin kerja sama dengan BPR Kutabumi Sidomukti, Kamis (9/1). Kerja sama ini untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada nasabah dalam program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).


Kepala Cabang BP Jamsostek Cabang Tangerang Cimone Diding Ramdani menjelaskan, perlindungan jaminan sosial ini untuk nasabah yang mendapatkan fasilitas pembiayaan di BPR.

“Perlu diketahui nasabah BPR ini pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah, yang rentan terhadap risiko sosial yaitu kecelakaan dan kematian ketika melakukan aktivitas belanja ke pasar, memasarkan produk, dan lain sebagainya,” ungkap Diding usai penandatanganan kerja sama di kantor BPR Kutabumi Sidomukti, Kota Tangerang.

Kata Diding, ketika pelaku UKM yang diberikan fasilitas pembiayaan oleh BPR mengalami risiko sosial yang mungkin hilang atau berkurang penghasilannya maka BP Jamsostek akan memberikan perlindungan.

“Mereka termasuk peserta bukan penerima upah atau pekerja sektor informal. Iurannya Rp16.800 per bulan,” sebut Diding.

Dia menilai, BPR Kutabumi Sidomukti berkembang luar biiasa. Direktur utamanya berkomitmen agar seluruh nasabah menjadi peserta program BP Jamsostek. “Yang menabung saja ada 1.000 nasabah. Yang diberikan fasilitas pembiayaan ada sekitar 350 orang. Kami ingin semuanya menjadi peserta BP Jamsostek,” ungkap Diding.

Diding menambahkan, nasabah yang mendapatkan pembiayaan di BPR otomatis akan menjadi peserta BP Jamsostek setelah mendapatkan edukasi manfaatnya. “Mungkin teknisnya nanti disatukan dengan angsuran. BPR juga bertindak sebagai Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia,” kata Diding didampingi Kepala KCP Pasarkemis Wahyu Nurhayati.

Terkait kerja sama, Direktur Utama BPR Kutabumi Sidomukti Rahma Lia menjelaskan, kerja sama dengan BP Jamsostek itu meminimalisir risiko. “Karena kita tahu sendiri bank dapat uang dari dana yang disimpan masyarakat. Dengan adanya BP Jamsostek ada yang memberikan pengamanan terhadap nasabah terhadap risiko jiwa dan risiko kecelakaan kerja,” ungkap Lia.

Lia mencontohkan, setiap debitur dengan pinjaman Rp50 juta wajib ikut program BP Jamsostek. Mekanisme iurannya bisa dimasukkan dalam pembiayaan.

“Kami akan mengikuti aturan dari regulator yaitu OJK dan disesuaikan dengan perlindungan konsumen,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisi karena memang ada kewajiban melakukan literasi keuangan dan produk lembaga keuangan. (aas)