BP Jamsostek Serang Sosialisasi Program hingga Pelosok

Kepala BP Jamsostek Cabang Serang Didin Haryono (kanan) saat menyerahkan santunan.

PANDEGLANG – Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Serang menyosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke pelosok wilayah Banten.

Seperti pada Jumat (31/1) lalu menggelar sosialisasi di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Sosialisasi yang digelar di aula Kecamatan Cigeulis dihadiri Camat Cigeulis Subro Mulisi bersama jajarannya, sembilan kepala desa bersama aparat desa, masyarakat, dan ahli waris penerima santunan dari BP Jamsostek.

Di Kecamatan Cigeulis terdapat sembilan desa. Mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, buruh, pedagang, dan sebagian kecil pegawai honorer. Sementara yang sudah terdaftar ke BP Jamsostek masih sedikit. Hanya beberapa honorer dan perangkat desa.

Melalui sosialisasi ini masyarakat diharapkan mengetahui manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dan memiliki kesadaran untuk menjadi peserta. Terutama masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti para petani, pedagang, dan buruh harian lepas.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Serang Didin Haryono mengungkapkan, BP Jamsostek adalah program pemerintah. Karena itu pihaknya akan melakukan pelayanan yang terbaik untuk para pekerja, baik pekerja formal maupun informal.

Kata Didin, BP Jamsostek sendiri memiliki program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), yang manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh para pekerja, termasuk perangkat Desa Karya Buana di Cigeulis yang meninggal dunia saat bekerja. Ahli warisnya mendapatkan santunan Rp42 juta.

“Iuran untuk pekerja informal dan pegawai pemerintah yang masih honorer sangat terjangkau. Cuma Rp16.800 per bulan. Sementara manfaatnya besar,” kata Didin.

Camat Cigeulis Subro Mulisi bersama para kepala desa akan menyosialisasikan kembali manfaat BP Jamsostek ke desa-desa untuk menyadarkan pekerja tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sanati, ahli waris penerima santunan, mengucapkan terima kasih telah mendapatkan santunan dari BP Jamsostek. Santunan sebesar Rp42 juta itu antara lain akan digunakan untuk melunasi utang dan biaya pendidikan tiga anaknya. (aas)