BPBD Cilegon Ungkap 5 Faktor Penyebab Banjir Sabtu Kemarin

CILEGON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengungkapkan apa yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir di Kota Cilegon. Sabtu (10/2) kemarin termasuk banjir terparah yang pernah melanda Kota Cilegon.

Kepala Seksi Tanggap Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Ahmad Mafruh mengatakan ada lima faktor yang menyebabkan Kota Cilegon dilanda banjir. Ia berharap semua element masyarakat dapat mengambil pelajaran dari musibah tersebut.

“Satu, curah hujan yang tinggi. Dua, kiriman dari hulu (Mancak). Tiga, saluran air sungai yang melintasi jalan negara sangat tidak memadai. Empat, aliran sungai sumbat. Lima, masyarakat tidak menerapkan annadofatu minal iman. Itu penyebab banjir di Cilegon,” ujarnya, Senin (12/2).

Ketika ditanya oleh Radar Banten Online mengapa permukiman warga terkena banjir tetapi wilayah industri aman dari banjir. Kemudian apakah perlu izin Amdal perusahaan di Kota Cilegon khususnya yang berada di pesisir laut dipertanyakan kembali, Mafruh enggan menjawab lebih lanjut.

“Bukan kewenangan saya untuk mengomentarinya,” ucapnya singkat.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Cilegon Rasmi Widyani mengakui bahwa banjir yang terjadi di Sabtu kemarin termasuk bencana banjir yang luar biasa. Tidak seperti banjir-banjir sebelumnya.

“Sabtu kemarin itu ada 28 titik banjir dari berbagai Kecamatan. Biasanya tidak sampai 28 titik, ini ada peningkatan tapi peningkatan yang tidak bagus,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bijaksana menjaga keseimbangan alam. Terlebih jangan membuang sampah secara sembarangan atau tidak pada tempatnya.

“Sebetulnya kalau kita lihat, masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke kali. Karena bukan tempat sampah, jadi kalau hujan yang membuat terganggu saluran airnya,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)