Siswa menyeberangi Sungai Ciberang menggunakan rakit ketika pulang sekolah, Kamis (18/7).

LEBAK – Pemkab Lebak bergerak cepat untuk membantu masyarakat di Lembur Sawah, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira. Mereka menugaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu anak-anak menyeberangi sungai ketika berangkat dan pulang sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lebak Doddy Irawan menyatakan, Pemkab Lebak melalui camat Sajira sudah mengecek kondisi di lapangan. Memang benar siswa SDN 3 Sajira ke sekolah dengan menggunakan rakit. Kondisi tersebut hanya sementara selama proses perbaikan jembatan gantung yang biasa digunakan masyarakat belum selesai. Rencananya, perbaikan akan dilaksanakan sampai 20 Juli 2019. Setelah itu anak-anak sekolah serta masyarakat tidak lagi menyeberangi sungai menggunakan rakit.

“Untuk keamanan para siswa ketika menyeberangi sungai, kami telah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD-red) untuk membantu anak-anak yang akan berangkat dan pulang sekolah,” katanya.

Pemkab Lebak, lanjutnya, mengapresiasi kepedulian pegiat sosial, aktivis, relawan dan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak atas kepedulian pada Lebak. Namun alangkah baik dan elok apabila informasi disampaikan utuh dan berimbang

“Kami pemerintah sebagai pelayan publik menyediakan seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat ruang diskusi, ide dan gagasannya dengan berbagai platform yang telah kami sediakan,” ungkapnya.

Terkait anak-anak sekolah yang menyeberang sungai menggunakan rakit untuk ke sekolah, dapat disampaikan bahwa di lokasi tersebut telah tersedia jembatan gantung melintas Sungai Ciberang sebagai penghubung Desa Sindangsari dengan Desa Sajira yang pada tahun 2017 di resmikan Bupati Lebak. Namun dalam rangka pemeliharaan jembatan tersebut sejak tanggal 17 hingga 20 juli 2019 ditutup sementara oleh Pemerintah Desa Sindang Sari. Masyarakat menggunakan akses alternatif untuk melintas, salah satunya dengan menggunakan rakit yang sudah disediakan.

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa asal Kampung Lembur Sawah harus bertaruh nyawa ketika pergi ke sekolah. Mereka harus melintasi Sungai Ciberang dengan menggunakan rakit. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan para siswa. Apalagi, tidak semua anak bisa berenang di sungai.(Mastur)