BPJAMSOSTEK Serang Apresiasi PMI Banten Soal Perlindungan Sosial Terhadap Relawan

0
1114
Penyerahan santunan kepada ahli waris almarhumah Een Junaenah di Markas PMI Banten.

SERANG – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Serang Didin Haryono mengapresiasi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten yang diketuai oleh Ratu Tatu Chasanah dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para relawannya di Banten.

“Para relawan PMI bekerja secara sukarela. Dengan mereka diikutkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Bila terjadi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia akan mendapatkan santunan,” kata Didin usai menyerahkan santunan di sela-sela acara Pembukaan Musyawarah Kerja PMI Banten, Rabu (27/1), di Markas PMI Banten, Kalodran, Kota Serang. Santunan jaminan kematian Rp42 juta diberikan kepada ahli waris almarhumah Een Junaenah, relawan PMI Banten.

PMI Banten memasukkan relawan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan pada dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian  (JKM). Bila perserta meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta. Kemudian bila mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan tugas sebagai relawan, biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJAMSOSTEK sampai sembuh.

Hingga Juni 2020, ada 414 relawan PMI di Banten yang didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Iuran kepesertaannya dibayarkan oleh PMI Banten.

“Santunan yang kami serahkan hari ini adalah manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain relawan, yang termasuk dalam kategori para pekerja mandiri seperti pedagang, pengojek, petani, nelayan dan lainnya, harus ikut program jaminan ini. Bahkan pegawai pemerintah non  ASN atau honorer, juga ikut program ini,” ungkap Didin.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah mendaftarkan semua pegawai honorer pada program jaminan sosial ketenagakerjaan. Begitu pula dengan lembaga sosial yang memiliki relawan. “Manfaatnya besar. Tidak hanya santunan, juga ada beasiswa bagi anak bila orang tuanya meninggal,” ungkap Didin. (aas)