BPJAMSOSTEK Serang Serahkan Rp1,2 Miliar Manfaat Beasiswa

0
4165
Didin Haryono

SERANG – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Serang per Mei 2021 telah menyerahkan manfaat beasiswa program jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp1.291.600.000. Pencairan dana sebesar itu berasal dari pengajuan ahli waris untuk klaim Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)  257 peserta.

Kepala BPJAMSOTEK Cabang Serang Didin Haryono menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 05 Tahun 2021, manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK diberikan kepada anak yang masih bersekolah (maksimal dua anak) dari peserta yang meninggal dunia, baik meninggal dunia karena kecelakaan kerja maupun yang bukan dari kecelakaan kerja.

“Manfaat ini diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah ketika tulang punggung keluarga meninggal dunia,” ungkap Didin, Selasa (25/5).

Didin menjelaskan, nilai manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan anak.  Anak yg bersekolah TK sampai dengan SD mendapatkan Rp 1,5 juta per tahun, SMP Rp2 juta per tahun, dan SMA mendapatkan Rp3 juta per tahun. Sementara anak yang sedang belajar di perguruan tinggi (mahasiswa) maksimal hingga S1 akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp12 juta per tahun.

Agar penerimaan dana beasiswa lancar, Didin menyarankan agar penerima beasiswa atau wali anak melapor ke Kantor BPJAMSOSTEK setiap tahun dengan melampirkan akta kelahiran anak, kartu keluarga, surat keterangan masih menempuh pendidikan dari sekolah/perguruan tinggi, raport/transkip nilai, rekening tabungan anak /wali anak, dan KTP wali anak.

“Manfaat ini akan dihentikan apabila penerima beasiswa telah mencapai usia 23 tahun, menikah, telah lulus kuliah, bekerja dan atau meninggal dunia,” jelas Didin.

Didin menegaskan bahwa manfaat beasiswa dari program jaminan sosial ini tidak hanya berlaku bagi peserta pekerja penerima upah atau pekerja formal di perusahaan yang menjadi peserta BPJAMSOSTEK, juga bagi pekerja mandiri atau nonformal,  seperti pedagang, petani, nelayan, pengojek, sopir, pegawai honorer atau guru honorer.

“Makanya kami mendorong para pekerja mandiri ikut program BPJAMSOSTEK. Jika mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, ahli warisnya dapat santunan sekaligus beasiswa bagi anaknya sesuai dengan ketentuan,” ungkap Didin.

“Program ini bukti konkret pemerintah hadir melindungi para pekerja,” lanjut Didin. (aas)