BPJS Kesehatan Banten Siap Tambah 45 Faskes Tahun Ini

0
611 views
Benjamin Saut PS

SERANG – Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Banten Benjamin Saut mengatakan, di tahun 2017, pihaknya akan berupaya menambah fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yang meliputi klinik, puskesmas dan praktik dokter sebanyak 45 faskes. Sementara itu untuk faskes tingkat lanjutan yaitu rumah sakit, ia tidak menyebutkan berapa jumlah rumah sakit yang akan ditambah.

“Yang kami penuhi bukan jumlahnya, tapi kekurangan tempat tidurnya. Misal kelas 1 dan 2 kekurangan 169 tempat tidur, maka hal tersebut bisa kami penuhi dari tempat tidur kelas 3. Jadi upaya yang kita lakukan itu intensifikasi penambahan jumlah tempat tidur dari 68 rumah sakit dari total keseluruhan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, atau bisa kita lakukan penambahan jumlah kerja sama dengan rumah sakit,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (20/1).

Saat ini, lanjut Benjamin, dari jumlah keseluruhan penduduk yang terdapat di Provinsi Banten sebanyak 10,89 juta penduduk, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mencapai angka 7,2 juta yang dinilai sudah melampaui coverage secara nasional.

“Total segmen kami sudah cukup baik di antaranya Jamkesda mencapai 97 persen, peserta wajib pemerintah (PNS) 100 persen, BUMN 97,81 persen dari PPU (Pekerja Penerima Upah) swasta. Namun yang menjadi masalah yaitu jumlah kepesertaan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang baru mencapai 42,26 persen,” ungkapnya.

Masih rendahnya kepesertaan PBPU tersebut, dikarenakan sejak tahun 2014 peserta masuk pada kondisi sakit dan pendapatan belum tetap seperti wiraswasta, pedagang, petani dan nelayan.

“Penyebab lain yakni PPOB (payment point online bank) masih terbatas, tapi sekarang kami sudah perluas jaringan PPOB seperti Indomaret, Alfamart, Pos, perbankan dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap, dengan semakin diperluasnya jaringan PPOB tersebut, maka diharapkan target di tahun 2017 ini dapat bertambah sesuai yang diharapkan.

“Sampai dengan November 2016, sudah mencapai total Rp1,2 triliun iuran yang sudah dibayarkan, artinya kurang lebih sekitar Rp100 hingga Rp150 miliar setiap bulannya. Iuran targetnya segmen PBPU dari 42,26 persen mau kita naikan ke angka 75 persen, selain itu ada 100 persen untuk lainnya,” harapnya. (Wirda)