BPJS Kesehatan Kembangkan Aplikasi Dashboard

BPJS Kesehatan
Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XIII Benjamin Saut PS saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait aplikasi dashboard, Selasa (7/6). (Foto: Deni S)

SERANG – Untuk mengurangi keluhan masyarakat Banten terhadap kurangnya jumlah tempat tidur di rumah sakit yang sering menjadi masalah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional XIII dan sejumlah Rumah Sakit mitra BPJS Kesehatan sedang mengembangkan aplikasi jumlah tempat tidur atau dashboard monitoring.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XIII Benjamin Saut PS saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (7/6), usai diskusi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten dan Forum Komunikasi dan Kemitraan BPJS Kesehatan Regional XIII di Kota Serang. “Aplikasi ini modelnya seperti tempat parkir yang sering ada di mal. Ada layar di depan yang menunjukkan berapa tempat parkir yang masih kosong. Nanti sama seperti itu, jadi alat itu bisa diletakkan di rumah sakit atau bisa dibuka lewat gadget dan di website RS bersangkutan,” kata Benjamin.

Rencananya, lanjut Benjamin, aplikasi itu akan diujicobakan di tiga rumah sakit yang siap menerapkan aplikasi dashboard monitoring, yaitu RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Kabupaten Tangerang. “Dua bulan ke depan aplikasi ini akan mulai diujicobakan. Untuk memulai aplikasi ini, pekan depan kami akan kembali melakukan koordinasi dengan forum rumah sakit di Banten dan Dinkes Banten untuk mematangkan persiapan uji coba aplikasi,” jelasnya.

Benjamin berharap, dengan adanya informasi tempat tidur seperti itu, pasien tidak akan kecewa saat datang ke rumah sakit. “Kalau ternyata penuh, masyarakat pun bisa menerima dengan lapang dada. Tidak lagi diperlakukan diskriminatif oleh rumah sakit,” katanya.

“Kalau sekarang, kan enggak ada informasi terkait tempat tidur. Nanti aplikasi itu yang menjembatani sehingga enggak ada pikiran negatif. Mungkin nanti juga dikembangkan customer service yang bisa menjelaskan kondisi rumah sakit. Di daerah lain, sudah seperti itu, dengan komunikasi lebih baik, mereka jadi lebih profesional. Kita berharap Banten juga bisa seperti itu,” jelasnya.

Kendati demikian, Benjamin mengakui butuh waktu agar semua rumah sakit di Banten menerapkan aplikasi dashboard monitoring. Sebab saat ini tempat tidur yang ada di Banten memang masih belum sebanding dengan jumlah penduduk di Banten. “Memperbanyak kamar tidur juga butuh biaya yang tidak sedikit. Yang paling memungkinkan yaitu meningkatkan fasilitas kamar tidur di Puskesmas. Itu yang sedang kami bahas bersama instansi terkait,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Medical Record dan Sistem Informasi Manajemen RSUD Banten Sri Mulyati mengapresiasi langkah yang dilakukan BPJS Kesehatan. Menurutnya, aplikasi dashboard monitoring sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi lengkap terkait kamar tidur rumah sakit. “Aplikasi ini kan nanti bisa dibuka lewat gadget. Jadi, dari sisi waktu lebih efektif. Masyarakat bisa mengetahui ada tidaknya kamar kosong sebelum datang ke rumah sakit,” ungkapnya. (Deni S/Radar Banten)