BPJS Kesehatan Launching Fitur Mobile Screening

0
462 views

SERANG – Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Banten, Benjamin Saut mengatakan, saat ini pihaknya telah mengembangkan fitur ‘Mobile Screening’ sebagai upaya perluasan akses bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapatkan skrining riwayat kesehatan.

Maka dari itu, hari ini bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, BPJS Kesehatan Banten bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Lalu Atharussalam R serta seluruh staf dan dokter di Dinkes Kabupaten Serang meresmikan peluncuran fitur ‘Mobile Screening’ yang serentak diluncurkan secara Nasional.

“Skrining riwayat kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta JKN-KIS hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, dengan fitur tersebut mereka bisa melihat potensi risiko kesehatan. Melakukan skrining riwayat yang dapat di akses di handphone yang masih kita batasi handphone android,” katanya saat memberi sambutan di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Rabu (1/17).

Fitur tersebut serentak diluncurkan secara Nasional, hari ini Rabu 1 Februari 2017, yang bertujuan sebagai salah satu upaya promotif preventif era Jaminan Kesehatan Nasional, sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.

“Tujuan dari program penyelenggaraan ‘Mobile Screening’, pertama, peserta dapat mengetahui secara langsung hasil skrining riwayat kesehatan setelah mengisi seluruh pertanyaan. Kedua, peserta dapat menindaklanjuti hasil skrining yang telah dilakukan dengan berkunjung ke fasilitas kesehatan terdaftar,” jelasnya.

Selain untuk memberikan pelayanan secara langsung terhadap peserta, adanya aplikasi mobile tersebut memiliki sasaran mengoptimalkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang nantinya dapat membantu BPJS Kesehatan mendata berapa jumlah peserta yang mengidap potensi penyakit tersebut.

Hasil lanjut skrining riwayat kesehatan tersebut, dapat berupa hasil risiko rendah dan hasil risiko sedang atau tinggi.

“Kalau tahun lalu kita lakukan dengan manual, dengan cara melakukannya kuesioner sebanyak 47 pertanyaan yang harus diisi oleh peserta, dan terdapat hasil ada kategori rendah sedang atau tinggi,”katanya.

“Jadi mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan Mobile Screening ini, karena sehat itu tak ternilai harganya. Jadi sepatutnya harus kita jaga,” tandasnya. (Wirda)