SERANG – Orang dengan ganguan jiwa (OGJ) dapat diobati dengan menggunakan fasilitas BPJS. Sayangnya, keberadaan OGJ selama ini tidak lagi diakui oleh pihak keluarga dan bahkan tidak dicantumkan dalam kartu keluarga.

“Padahal gangguan jiwa harus dilayani BPJS. Tapi ada stigma di masyarakat jika salah satu anggota keluarganya OGJ mereka dihilangkan dari kartu keluarga, sehingga ini menyebabkan tidak dapat pelayanan BPJS,” ujar Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Banten Ahmad Darajat saat Konferensi Pers Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (3/2/2016).

Pelayanan terhadap OGJ ini, kata dia, masuk dalam 155 diagnosa penyakit yang dilayani BPJS. Saat ini kata dia, Pemprov Banten tengah mengupayakan berdirinya rumah sakit jiwa. Namun demikian pelayanan kesehatan untuk OGJ sementara ini dapat dilakukan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah dan telah menyediakan tenaga medis untuk menangani OGJ.

Sebelumnya, Pemprov Banten telah menetapkan lokasi untuk pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M Yanuar, hasil pengamatan Pemprov Banten, RSJ akan dibangun di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Yanuar menjelaskan, rencananya RSJ akan dibangun di atas tanah seluah lima sampai enam hektare. Saat ini, Pemprov sedang melakukan penyesuaian bangunan RSJ dengan Tata Ruang Kabupaten Serang. (Wahyudin)