BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Pelajar dan Mahasiswa

Sekda Banten Al Muktabar didampingi Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Eko Nugriyanto menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada mahasiswa peserta sosialisasi, Rabu (7/8). Foto: Dok BPJS Ketenagakerjaan For Radar Banten

SERANG –  BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten membangun brand awareness melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar semua segmen masyarakat. Tidak hanya masyarakat pekerja yang menjadi targetnya, juga para mahasiswa dan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

“Kita ingin membangun awareness atau membangun kesadaran kepada masyarakat, terutama kepada tunas-tunas muda, bahwa jaminan sosial itu cukup penting. Jadi, bukan hanya imbal jasa saja yang dipikirkan, jaminan sosial juga yang harus dipikirkan ketika bekerja,” ujar Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Eko Nugriyanto di sela-sela Seminar Opini Publik Manfaat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Rabu (7/8).

Seminar bertema Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para Pekerja Rentan di Wilayah Provinsi Banten itu dihadiri sekira 100 mahasiswa dari sejumlah organisasi dan kampus di Banten. Seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Aliansi Pemuda Pemudi Peduli Desa (AP3D).

Eko melanjutkan, pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Kesadaran itu perlu dibangun sejak dini. Nanti tidak hanya kepada mahasiswa, juga pelajar SD, SMP, dan SMA. “Mereka adalah calon-calon pekerja. Bahkan akan kita formulasikan dalam sekolah jaminan sosial,” ungkap Eko.

Eko memaparkan, di Banten terdapat sekira 14 juta pekerja rentan yang perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka itu tergolong kelompok pekerja miskin yang belum mampu mengeluarkan iuran kepesertaan. Meski demikian, baru sekira 600 ribu yang sudah terdaftar dengan melibatkan bantuan semua unsur. Antara lain melalui bantuan program corporate social responsibility perusahaan, baik BUMN maupun BUMD, atau bantuan perseorangan.  

Asisten Deputi Direktur Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Dindin Haryono menambahkan, mahasiswa termasuk salah satu target sosialisasi supaya mereka memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan ketika mereka sudah bekerja. Ia juga mengapresiasi kepada perusahaan dan pekerja yang sudah ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM),  jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pensiun.

“Tak kalah penting, para pekerja informal juga perlu dapat jaminan ini. Termasuk para pegawai honorer yang ada di pemerintah daerah, seperti TKS dan guru honorer di Pemprov Banten,” ungkap Didin.

Langkah yang sudah maju, lanjut dia, dilakukan oleh Kantor Kemenag Cilegon dengan memberikan surat edaran kepada para guru honorer agar ikut BPJS Ketenagakerjaan. “Guru honorer daftar dan iurannya dipotong dari gaji yang dibayarkan melalui bank. Iurannya cuma Rp16.800 per bulan,” ungkap Didin.

Para honorer itu, lanjut Didin, dengan sukarela membuat surat pernyataan kepada pihak bank agar pihak bank mendebet dananya untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. (aas/ira)