TANGERANG – Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Teguh Purwanto optimistis target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Banten tahun ini bakal tercapai. Hingga November ada 1.080.000 peserta dan akhir Desember diharapkan mencapai 1.200.000 peserta.

“Januari 2017 posisi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Banten sekitar 900.000 pekerja. Jika akhir tahun ini memenuhi target hingga 1,2 juta, peningkatan kepesertaan sudah cukup baik. Jika dilihat dari angkatan kerja di sektor formal di Banten sebanyak 2,3 juta maka jumlah peserta yang kami raih sudah di angka 60 persen,” kata Teguh pada acara Sosialisasi dan Koordinasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (KK – PAK) pada Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten di Kota Tangerang, Jumat (8/12). Peserta acara ini dari perwakilan rumah sakit, klinik kesehatan, dan Dinas Tenaga Kerja.

Sebanyak 1,2 juta peserta itu, lanjut Teguh, baru dari pekerja sektor formal atau penerima upah (PU). Jika ditambah dengan peserta dari pekerja di sektor non formal atau bukan penerima upah (BPU) bisa mencapai 1,3 juta peserta hingga akhir tahun ini. Peserta BPJS Ketenagakerjaan dari sektor nonformal, yaitu dari pekerja sektor jasa konstruksi dan pekerja di sektor mikro atau UMKM.

“Potensi untuk peserta BPU ini banyak, mencapai 2 juta. Kami akan gerakkan agen-agen Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia untuk mengajak para pekerja di sektor mikro atau UMKM untuk masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini ada 60 agen Perisai,” ungkap Teguh.

Mengenai penyakit akibat kerja (PAK), Teguh menjelaskan, adalah sakit yang diderita akibat pekerjaan atau hubungan kerja. Penyakit akibat pekerjaan ini, pembiayaan pengobatannya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Namun terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan medis dan dinyatakan oleh pihak berwenang sebagai PAK.

Pada acara sosialisasi hari ini, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten memberikan penghargaan kepada tiga Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) terbaik yaitu RSU Arya Medika, RS Hermina Ciruas, dan RS Ciputra Tangerang.

BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten memberikan penghargaan kepada tiga Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) terbaik.

Masih pada hari yang sama, kata Teguh, dilanjutkan dengan acara evaluasi pelaksanaan service point office (SPO) bersama mitra perbankan yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, dan Bank BJB. “Bank tersebut sebagai representasi pelayanan, seperti menerima pendaftaran dan iuran, penyerahan berkas klaim jaminan hari tua dan pembayaran jaminan,” jelas Teguh.

Melalui kerja sama dengan perbankan, kata Teguh, pelayanan semakin luas. “Pelayanan di kantor kami juga terus ditingkatkan. Tahun depan kami akan menaikkan beberapa status kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang dan menaikkan kelas kantor cabang,” ungkap Teguh. (Aas)

BAGIKAN