BPJS Ketenagakerjaan Serang Serahkan Santunan kepada Peserta yang Baru Tiga Hari Daftar

0
513
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif kepada ahli waris yang diwakili oleh Hj Kaswah.

SERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Serang menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris almarhumah Eem Herawati (48) sebesar Rp24 juta, Rabu (5/4). Eem Herawati, warga Kampung Kadugenep Kidul, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan pada program peserta bukan penerima upah (BPU) atau peserta mandiri.

”Itu peserta baru terdaftar tiga hari. Meninggal dunia karena sakit,” kata Kabid Pemasaran Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Serang Teguh Setiawan, Rabu (5/4).

Teguh menjelaskan, Eem Herawati semasa hidup ikut program peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan dengan mengambil dua manfaat yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan premi Rp 16.800 per bulan. ”Walaupun baru tiga hari terdaftar, kalau meninggal akan kami berikan haknya sebagai peserta. Almarhumah Eem adalah janda, punya anak dua,” ungkap Teguh.

Kata Teguh, secara simbolis santunan diserahkan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif kepada ahli waris yang diwakili oleh Hj Kaswah, ibu kandung almarhumah pada acara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 di Desa Nagarapadang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Pembukaan TMMD dihadiri Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Dandim 0602/ Serang Letkol Inf Oki Andriansyah Adiwirya.

Pada kesempatan itu, Teguh menjelaskan, pekerja bukan penerima upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha

ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya. Contohnya tukang ojek, sopir angkot, pedagang keliling, petani, nelayan, dan lainnya.

”Mereka dapat ikut program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan,” jelas Teguh. (Aas)