Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada siswa SMK PGRI 1 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (15/7).

TANGERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang-Cikupa memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada siswa SMK PGRI 1 Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang sedang melaksanakan magang.

Meski magang, mereka termasuk kelompok yang memiliki risiko kecelakaan kerja saat melaksanakan aktivitasnya sehingga perlu diikutsertakan pada program jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini diatur dalam Penjelasan Pasal 22 ayat UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 4 Permenaker Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi Peserta Bukan Penerima Upah.

“Pelajar SMK yang sedang PKL itu juga adalah pekerja. Memiliki hak dasar sebagai pekerja,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikupa Maulana Zulfikar di SMK 1 PGRI Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (15/7), dikutip dari siaran pers.

Menurut Maulana, penting bagi pelajar memiliki jaminan sosial sebagai pekerja agar mendapatkan jaminan dari potensi kecelakaan kerja hingga menyebabkan kematian saat menjalani PKL.

“Peraturan ketenagakerjaan soal permagangan mengatur itu. Artinya pelajar yang sedang PKL atau mahasiswa magang mendapat hak sebagai pekerja, di antaranya dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Maulana.

Untuk premi jaminan sosial bagi pelajar PKL dan mahasiswa magang ini, lanjut Maulana, dibayarkan sebesar Rp16.800 per bulan untuk dua program yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian selama program PKL dan magang.

Sama seperti pekerja formal, lanjut dia, program bagi pelajar PKL dan mahasiswa magang ini akan memperoleh dua manfaat. Apabila terjadi kecelakaan kerja maka BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung seluruh biaya pengobatan peserta sesuai indikasi medis sampai sembuh. Bila terdapat peserta yang meninggal dunia karena bekerja akan mendapat santunan sebesar Rp55,8 juta. Begitu juga apabila mereka meninggal dunia karena penyebab apa pun akan diberikan santunan meninggal dunia sebesar Rp24 juta kepada ahli waris.

Pihaknya menargetkan peningkatan kepesertaan dari seluruh pelajar PKL SMK negeri dan swasta di Kabupaten Tangerang. “Target kami bukan hanya SMK negeri, juga swasta mengingat faktor risiko pelajar PKL yang tinggi dan manfaat dari menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya. (aas)