BPOM: Tak Ada Peningkatan Penemuan Kosmetik dan Pangan Berbahaya

BPOM Banten

SERANG – Dalam kurun waktu tiga bulan selama April-Juni 2016, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Serang lakukan intensifikasi terkait pengawasan kosmetik dan pengawasan pangan di Provinsi Banten.

Dari jumlah 44 sarana yang dilakukan sidak oleh BPOM Kota Serang, terdapat tujuh sarana yang menjual produk aman dan 33 sarana yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Diantara temuan tersebut, terdapat 339 item (3.244 pcs) kosmetik yang tidak memiliki izin edar, dan total kerugian sebesar Rp53.568.000.

Terdapat beberapa kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yakni merkuri, hidrokinon, dan pewarna berbahaya, yang berjumlah 11 item (158 pcs) senilai Rp5.699.000, selain itu terdapat 64 item (971 pcs) obat tradisional yang tidak memiliki izin edar, senilai Rp90.933.200.

Kepala BPOM Serang, Mohamad Kashuri menuturkan, untuk tahun ini penemuan kosmetik dan pangan berbahaya tidak mengalami peningkatan, hal tersebut dikarenakan sudah mulai sadarnya para penjual akan bahan-bahan yang mengandung zat berbahaya.

Untuk pengawasan pangan di bulan Ramadan tahun ini pun BPOM tidak menemukan bahan pangan baru yang mengandung bahan berbahaya. “Saya kira tidak ada yang khusus, tidak ada temuan baru, ini masih produk lama. Produk pangan cuma itu-itu aja, paling pada mie basah, tahu, ayam dan Rhodamine B pada sekoteng, terasi dan pacar china,” katanya.

Pihak BPOM mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, cerdas dan cermat dalam memilih bahan-bahan yang dibutuhkan agar terhindar dari bahan-bahan yang berbahaya seperti yang ditemukan oleh BPOM. (Wirda)