BPOM Tarik Ikan Kaleng Bercacing dari Peredaran di Banten

0
565 views
Pegawai Disperindagkop dan UKM Kota Serang memeriksa produk makarel kaleng di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Kamis (29/3). Disperindagkop UKM Kota Serang menjamin bahwa Kota Serang aman dari makarel bercacing.

SERANG – Informasi mengenai adanya peredaran produk olahan ikan kaleng yang mengandung cacing parasit langsung direspons oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang. Hari ini (2/4), BPOM berencana menarik peredaran sebanyak 27 merek dengan 138 batch (nomer dan huruf penandaan) ikan olahan dalam kemasan kaleng yang telah beredar di seluruh wilayah di Provinsi Banten.

Menurut Kepala BPOM Serang Alex Sander, penarikan puluhan kemasan ikan olahan kaleng itu dilakukan berdasarkan hasil penelusuran BPOM RI pada pekan lalu. Pihaknya pun memastikan bahwa mulai Senin seluruh produk ikan olahan dalam kemasan kaleng itu sudah tidak beredar lagi di pasaran.

“BPOM Serang besok (hari ini-red) bersama lintas sektor lainnya menertibkan 27 item produk ikan makarel 138 batch yang masih beredar,” katanya saat dihubungi wartawan melalui aplikasi WhatsApp messenger, Minggu (1/4).

Ia menjelaskan, pihaknya akan membentuk tim yang nantinya bertugas untuk menertibkan peredaran ikan olahan dalam kemasan kaleng tersebut. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana teknis penertiban itu dilakukan. “Intinya, apabila ditemukan sesuai batch akan ditarik. Besok (hari ini-red) kita kabari. Kita perlu persiapkan dulu timnya,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak lagi menjual 27 merek dengan 138 batch ikan olahan dalam kemasan kaleng yang positif mengandung cacing sesuai yang telah dirilis BPOM RI. “Masyarakat yang menemukan barang tersebut segera kembalikan ke distributor untuk dimusnahkan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso mengatakan, pihaknya juga akan turut membantu BPOM untuk menarik produk olahan ikan dalam kemasan kaleng yang mengandung cacing parasit. Terlebih sebelumnya, Disperindag sudah terlebih dahulu melakukan sampling ke sejumlah daerah di Banten.

“Kalau laporan ada, sudah kami tindaklanjuti. Di Banten ini saya kira kemungkinan sudah beredar merata, makanya kita sampling semua wilayah. Kalau memang terbukti, kita perintahkan untuk ditarik peredarannya,” imbuhnya.

Diketahui, BPOM membeberkan secara rinci 27 merek makanan kaleng yang mengandung cacing di situs resminya. Puluhan merek produk yang mengandung cacing itu antara lain ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr Fish.

Selain itu, ada juga mereka Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC, dan TSC.

Kepala BPOM Penny K Lukito merinci, dari 27 merek yang diumumkan, 16 merupakan produk impor dan 11 merupakan produk dalam negeri. Dari 27 merek tersebut, kata Penny, tiga di antaranya telah ditarik. Ketiga produk itu, yakni produk ikan makarel dalam saus tomat kemasan kaleng ukuran 425 gram merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175; Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004; dan merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660. (Rifat/RBG)