SERANG – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten mengkampanyekan program three ends (3 ends) di Banten. Program 3 ends ini merupakan program untuk mengatasi masalah perempuan dan anak yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan (PP PA) RI. Salah satunya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia dan kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

Kepala BPPMD Provinsi Banten Sigit Suwitarto mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindak pelanggaran hak asasi manusia. “Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghapuskan segala bentuk kekerasan, diskriminasi dan perdagangan orang, sosialisasi 3 ends ini sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan capacity building terkait program prioritas Kementerian PP PA melalui strategi 3 ends,” katanya.

Pihaknya mengajak organisasi perempuan, pemuda, dan organisasi masyarakat lainnya dapat membantu mengkampanyekan 3 ends. “Ini penting agar untuk pemerintah dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, dan kesenjangan ekonomi di Provinsi Banten,” kata Sigit.

Kata dia, catatan akhir tahun Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2016 mencatat dari 321.752 kasus yang dilaporkan, 305.535 kasus merupakan kekerasan di ranah personal. Bahkan 16.217 kasus yang masuk ke lembaga-lembaga mitra Komnas perempuan, 69 persen juga terjadi di ranah personal.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BPPMD Provinsi Banten Lilis Dania menerangkan, ada tiga faktor yang mempengaruhi kasus perdagangan orang (traficking) yakni masalah kemiskinan, sehingga tingkat perdagangan orang, dan kekerasan cukup tinggi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BPPMD Provinsi Banten Lilis Dania saat menghadiri sosiaslisasi Three Ends bagi organisasi perempuan, organisasi pemuda, dan dunia pendidikan di Provinsi Banten.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BPPMD Provinsi Banten Lilis Dania saat menghadiri sosiaslisasi Three Ends bagi organisasi perempuan, organisasi pemuda, dan dunia pendidikan di Provinsi Banten.

Selain itu, perkembangan teknologi dan informasi dengan segala informasi yang diakses oleh anak-anak, dan lunturnya nilai agama dan budaya “Dengan ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan dan menambah pengetahuan tentang program three ends ini,” katanya.

Menurutnya, kasus traficking seperti fenomena gunung es. Angka yang dilaporkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Karenanya, masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama berperan kekerasan. “Marilah kita akhiri kekerasan dan kita bangun keluarga yang harmonis yang penuh kasih sayang,” serunya.

Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PP PA RI yang diwakili Kabid Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan Ambarwati mengatakan, program 3 ends ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari lembaga masyarakat. Keterlibatan komponen masyarakat diyakini sangat menunjang dalam mengatasi makin maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketua Igra Provinsi Banten Mariam yang menjadi salah satu peserta dalam acara sosialisasi tersebut mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi lebih mendalam tentang program 3 ends ini. Bahkan, terkadang masalah ini kerap terjadi di sekitar lingkungannya. Maka dari itu pihaknya akan selalu waspada dalam menangani masalah ini. (ADVERTORIAL/BPPMD PROVINSI BANTEN)