BPS : Banten Alami Deflasi

0
74

SERANG – Kemarau panjang tidak langsung berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, harga barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat secara umum mengalami penurunan (deflasi) pada September 2019.


Hal itu diungkapkan Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana saat merilis Indeks Harga Konsumen/inflasi pada September 2019 di Aula BPS Banten, Selasa (1/10).


Dikatakan Adhi, penurunan harga kebutuhan pokok terlihat dari adanya perubahan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 147,08 pada bulan Agustus, menjadi 146,91 pada bulan September atau terjadi perubahan indeks (deflasi) sebesar -0,12 persen.

“Sehingga inflasi tahunan tercatat sebesar 3,64 persen,” ujarnya.


Data yang diperoleh BPS, enam dari kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yaitu berturut-turut kelompok sandang naik sebesar 1,28 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,20 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,09 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,09 persen. “Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -1,24 persen,” beber Adhi.


Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada bulan September 2019 adalah emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi, sabun detergen bubuk, pembalut wanita, sabun cream detergen dan ikan bandeng.

“Harga emas memang dipengaruhi perdagangan dunia, jadi komoditas ini naiknya cukup signifikan,” jelasnya.


Berdasarkan pemantauan BPS terhadap 415 jenis barang dan jasa di Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang, pada September 2019 tercatat ada 233 komoditas mengalami perubahan harga.


Dijelaskan Adhi, perubahan harga itu terdiri dari kenaikan dan penurunan harga. Sedikitnya ada 86 komoditas yang mengalami penurunan harga. Ia merinci komoditas yang turun harga adalah kelompok sandang, pendidikan, perumahan, kesehatan, transportasi dan kelompok makanan.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga paling banyak adalah bawang merah, tomat buah, kentang, semangka, ketimun, melon, cabe merag, cabe rawit dan telpon seluler,” ungkap Adhi.


Dalam tiga tahun terakhir, tambah Adhi, bulan September selalu deflasi di Banten meskipun musim kemarau.

“Kita harap inflasi tiga bulan terakhir di 2019 akan terkendali meski Desember 2019 kita antisipasi biasanya ada kenaikan karena libur sekolah, persiapan natal, dan tahun baru,” tutupnya.


Terpisah, Sekda Banten Al Muktabar menanggapi positif hasil survei BPS Banten. Ia mengaku akan menugaskan dinas terkait untuk mengantisipasi lonjakan harga pada Oktober 2019.

“Saya segera koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sehingga Oktober hingga Desember 2019, harga sembako di Banten tetap stabil,” kata Al. (Den S)