SERANG – Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Serang menegur 17 pengelola tempat hiburan yang terindikasi menyalahgunakan izin usaha. Kepala BPTPM Kota Serang Mamat Hambali mengatakan, surat teguran tersebut sudah dilayangkan pada Senin (2/2/2015) lalu dan merupakan surat teguran yang ketiga kalinya.

“Sebelumnya kami telah mengirim surat teguran kepada pengelola tempat-tempat hiburan pada pertengahan 2014 lalu dan awal tahun 2015, dan kemarin Senin (2/2) kami sudah melayangkan kembali surat teguran ke pengelola tempat hiburan yang menyalahi izin,” ungkap Hambali kepada wartawan, sebelum menghadiri rapat paripurna jawaban Walikota Serang atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Serang terhadap Penyampaian 2 Raperda Usul Walikota Serang, di gedung DPRD Kota Serang, Rabu (4/2/2015).

Hambali menjelaskan, surat teguran kembali dilayangkan, lantaran pengelola tempat hiburan tersebut tidak mengindahkan peringatan dari Pemkot agar segera mengembalikan fungsi awalnya sebagai rumah makan atau hotel. “Setelah dilayangkan surat teguran itu, BPTPM akan memantau pengelolaan tempat hiburan tersebut paling lama 2 dua setelah surat tersebut diedarkan,” jelas Hambali.

Hambali mengatakan, jika batas waktu yang ditentukan itu masih ditemukan tempat hiburan yang masih beroperasi, maka BPTPM akan melimpahkan laporannya ke Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). “Karena Tim ini lah yang memiliki kewenangan untuk memutuskan tindakan yang akan diberlakukan kepada tempat hiburan yang tetap melanggar,” katanya.

Hambali menambakan, ada tiga kemungkinan tindakan yang akan ditempuh bagi tempat hiburan yang masih membandel, diantaranya mencabut izin usahanya, ditutup sementara, dan penangguhan. (Fauzan Dardiri)