Brankas Isi Rp1,7 Miliar Dicuri: Dua Pelaku Diringkus, Lima DPO

Polisi memborgol pelaku kriminal. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

TIGARAKSA – Jajaran Reskrim Polresta Tangerang kembali mengungkap kasus pembobolan brankas pabrik PT Joa Industri di Kampung Kutruk, RT 006 RW 004, Desa Pasirbarat, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Kamis (10/5) lalu.

Aksi pembobolan itu dilakukan oleh tujuh orang dan dua pelaku di antaranya berhasil diringkus, yaitu Jaenudin dan M Suripto. Sedangkan lima lainnya, yaitu Asep, Mulyono, Supri, RT Manta, dan Kandi masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Zakaria (49), salah seorang Human Resource Department (HRD) PT Joa Industri pada Kamis (10/5) lalu merasa terkejut ketika melihat jendela gudang produksi dalam keadaan rusak dan terbuka. Sehingga, Zakaria mengajak pengawas produksi bersama-sama untuk mengecek ke dalam. Ketika pintu dibuka, beberapa ruangan terlihat berantakan, termasuk ruangan direktur utama.

“Kami bersama dengan pegawai lain langsung mengecek laci dan brankas. Kaget lihat laci meja serta brankas sudah tidak ada berikut uang berjumlah Rp1,7 miliar. Kami langsung melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian,” tandas Zakaria.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan menjelaskan, berdasarkan keterangan dua pelaku yang sudah diamankan, mereka berhasil membobol PT Joa Industri dengan cara memanjat tembok belakang pabrik, lalu menjebol atap. “Selanjutnya masuk ke dalam ruangan dengan merusak jendela dan mengambil uang dengan cara merusak brankas menggunakan linggis,” katanya, Kamis (12/7).

Selain tersangka, turut diamankan barang bukti berupa satu unit mobil pikap, dua unit sepeda motor matik, satu buah handphone, satu unit mobil Xenia, dan sebatang emas seberat 50 gram. Atas kejadian tersebut, PT Joa Industri mengalami kerugian sebesar Rp1,7 miliar.

Wiwin menambahkan, langkah selanjutnya dalam kasus tersebut adalah memeriksa para saksi dan tersangka, melakukan gelar perkara, melakukan penyidikan tersangka, dan mencari lima orang lainnya yang masuk DPO. (Mulyadi/RBG)