Brigjen KH Syam’un Digelari Pahlawan Nasional

Mensos Agus Gumiwang Undang Keluarga

Pahlawan asal Banten, Brigjen KH Syam'un.

CILEGON – Pemerintah akan menganugerahi Brigjen Kiai Haji Syam’un sebagai pahlawan nasional. Penganugerahan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 8 November mendatang. Sebelum penganugerahan, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang mengundang perwakilan keluarga KH Syam’un ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Selasa (6/11).

Cucu dari KH Syam’un, Ali Mujahidin, mengatakan, penganugerahan KH Syam’un sebagai pahlawan nasional tidak terlepas dari upaya Pemkab Serang dan Pemprov Banten. Penganugerahan itu juga bukti seriusnya perhatian Presiden Joko Widodo terhadap masyarakat Banten. “Dengan KH Syam’un sebagai pahlawan nasional dari Banten, itu bukan hanya milik keluarga, Al-Khairiyah, Banten, tapi jadi milik nasional, se-Indonesia,” ujarnya, Selasa (6/11).

Kata Mumu, panggilan akrab Ali Mujahidin, penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Syam’un melalui jalan yang panjang. Pengajuan tidak sekali dilakukan, tetapi berkali-kali. Terakhir diajukan dua tahun lalu.

Menurut Mumu, KH Syam’un laik digelari pahlawan nasional atas kiprahnya untuk negara.  Perjuangan KH Syam’un untuk negara bukan hanya mewujudkan kemerdekaan saja. Namun, juga membangun kaderisasi umat melalui pendidikan pesantren dan madrasah serta sekolah.

Untuk mewujudkan kemerdekaan, KH Syam’un berjuang melalui jalur militer. Sedangkan kaderisasi umat melalui pesantren dan madrasah serta sekolah-sekolah Al-Khairiyah di sejumlah daerah di Indonesia. “Madrasah-madrasah atau sekolah-sekolah saat ini mencapai 674 cabang di delapan provinsi,” tutur Mumu.

Saat datang ke kantor Kemensos Mumu tidak sendiri. Ia datang bersama cucu KH Syam’un lainnnya yaitu Alwiyan Qosyid Syam’un, serta sejarawan Dr Mufti Ali dan Dr Rahayu Permana. “Ahli di bidang sejarah kita hadirkan supaya jika ada pertanyaan bisa dipertanggungjawabkan, lebih objektif,” paparnya.

Alwiyan Qosyid Syam’un menuturkan, dengan penetapan gelar pahlawan bagi KH Syam’un memiliki konsekuensi bagi keluarga agar keluarga lebih baik lagi, dan memiliki sifat, sikap atau spirit kepahlawanan. KH Syam’un mempunyai spirit untuk mencerdaskan umat, memakmurkan kehidupan rakyat, serta cinta Tanah Air.

“Harapannya bagi masyarakat terutama generasi muda Banten agar mampu mengambil hikmah dari gelar pahlawan nasional agar memiliki spirit kepahlawanan. Setiap bangsa punya pahlawan, dan harus dilanjutkan siprit kepahlawanannya,” tuturnya.

Sejarawan Dr Rahayu Permana menjelaskan, KH Syam’un layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia mengaku sudah mengkaji KH Syam’un sejak masih di Universitas Indonesia (UI). Data-data tentang KH Syam’un ia himpun dari arsip nasional, data TNI Angkatan Darat, berbagai wawancara dengan murid dan alumnus Al-Khairyah, kajian kearifan lokal di Banten, serta sejumlah upaya penggalian data lain.

“Kajian itu berlanjut dengan penelitan saya tentang mengimplentasikan nilai perjuangan Kiai Syam’un berbasis lokal untuk menguatkan karakter bangsa. Penelitian selama satu tahun lebih. Saya juga banyak menulis di jurnal internasional dan nasional tentang Kiai Syam’un. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari perjuangan Kiai Syam’un berdasarkan arsip-arsip dan data-data,” paparnya.

Penelusuran informasi tentang Kiai Syam’un, menurutnya, tidak hanya berkutat di arsip nasional, TNI Angkatan Darat, dan di Banten saja. Namun juga ke provinsi lain untuk mencari informasi tentang pengaruh Kiai Syam’un khususnya melalui Al-Khairiyah.

Berjuang di jalur TNI dan Al-Khairiyah dinilai sebagai bentuk perjuangan KH Syam’un secara umum. Jika diperinci, banyak perjuangan yang telah dilakukan oleh KH Syam’un demi Indonesia dan itu tergambar dalam tiga spirit KH Syam’un yaitu mencerdaskan umat, memakmurkan kehidupan rakyat, serta cinta Tanah Air. (Bayu M/RBG)