BTN Cilegon Targetkan 1.000 Unit Akad Rumah Subsidi Kuota Tambahan

0
1.133 views

SERANG – BTN Cilegon menargetkan bisa melakukan akad kredit bagi 1.000 konsumen untuk kuota tambahan rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga saat ini, lebih dari 501 unit rumah yang akad.

Branch Manager BTN Cilegon, Benny Budi Anggara mengatakan, BTN Cilegon mendapatkan kuota tambahan sekitar 200 unit dari sebelumnya hanya 500 unit, total 700 unit yang sudah mendapatkan persetujuan dengan nilai kredit sekitar Rp100 miliar. Namun, BTN Cilegon lagi mengajukan untuk penambahan sekitar 300 unit sehingga bisa mencapai 1.000 unit.

“Mudah-mudahan disetujui, sehingga semakin banyak yang bisa melakukan akad,” katanya.

Menurutnya, jumlah yang ditargetkan 1.000 unit tersebut mengakamodir berbagai pengembang di Banten minus Tangerang Raya. Dengan begini, ada pergerakan kembali untuk para developer dan konsumen yang membeli rumah bisa menempati.

Ia menjelaskan, perjanjian akad kredit kuota tambahan hanya akan berlangsung pada 14 Desember 2019. Untuk itu, BTN Cilegon tengah mempercepat proses akad kepada konsumen sehingga tidak melebihi batas waktu.

“Kami mendahulukan konsumen yang sudah mendapatkan persetujuan kredit,” jelasnya.

BTN Cilegon mulai melakukan realisasi kuota tambahan rumah subsidi pada pekan lalu. Seperti diketahui, pemerintah menyetujui penambahan kuota rumah subsidi sebesar Rp2 triliun untuk 20.000 unit.

Ketua REI Banten Roni Hadiriyanto Adali merasa senang dengan realisasi penambahan kuota tambahan rumah subsidi FLPP karena memberikan semangat kepada pengembang sehingga ada kembali pemasukan.

“Pengembang kembali bergairah setelah lama berpuasa tidak ada pemasukan,” katanya.

Ia menambahkan, REI juga tengah mengusulkan untuk penambahan kuota ini juga bisa dilakukan BTN Syariah bukan hanya BTN konvesional.

“Dengan begini, pengembang yang bekerja sama dengan BTN Syariah bisa melakukan akad,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, penambahan kuota ini hanya akan berlangsung hingga 14 Desember 2019 dan waktunya tinggal beberapa hari kedepan. Untuk itu, pelaksanaan akad terus dimaksimalkan meskipun hingga malam hari.

“Mudah-mudahan kuota untuk BTN di Banten ada penambahan sehingga banyak konsumen yang bisa melakukan akad,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Mitra Rahayu Karya Nugraha, Andri Hermawan mengatakan, untuk realisasi kuota tambahan ini, ada 15 unit konsumen Sepang Mountain Residence yang melakukan akad dan Bumi Mutiara Serang ada 10 unit. Yang sekarang menjadi persoalan yakni waktu akad hanya sampai 14 Desember 2019.

“Saat ini, kita sedang kejar surat persetujuan kredit yang masih terhambat,” katanya. (Susi K)