SERANG – Sikap tegas pemerintah pusat melarang peredaran buah impor berbahaya, khususnya apel asal Amerika belum mampu mengangkat citra buah lokal di pasaran. Buah lokal hasil petani dalam negeri masih sulit bersaing di pasaran karena masyarakat masih memilih buah impor sebagai pilihan utama.

Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten mengimbau masyarakat Banten untuk lebih bijak dan cerdas memilih buah-buahan di pasaran. Menurut Kepala Distanak Banten Eneng Nurcahyati, buah-buahan lokal jauh lebih aman ketimbang buah impor. “Buah-buahan lokal kualitasnya enggak kalah sama buah impor. Misalnya, apel dan jeruk lokal kualitasnya sangat tinggi, hanya kalah di kemasan,” kata Eneng usai menghadiri acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di Pendopo Gubernur, yang dikutip JPNN, Selasa (3/2/2015).

Eneng menambahkan, ada temuan buah impor yang mengandung bakteri seharusnya menjadi momentum kebangkitan buah lokal di pasaran. Selain aman, tentu saja dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dalam negeri.

Untuk itu, pihaknya bersama Badan Ketahan Pangan Daerah (BKPD) akan lebih gencar lagi mengampanyekan konsumsi buah lokal sesuai dengan budaya kearifan lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan. “Meskipun kita tetap menghargai para importir. Namun, bukan berarti kita selalu menomorsatukan buah impor. Ke depan, kemasan buah lokal akan kita dorong agar lebih menarik. Sebab, aman dan sehat saja tidak cukup menarik perhatian konsumen,” tegasnya.

Wilayah Banten, lanjut Eneng, merupakan penghasil buah lokal unggulan berkualitas tinggi yang tidak kalah dengan buah impor. Selain enak dalam hal rasa, buah-buahan lokal sebenarnya mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh. “Keanekaragaman buah lokal seperti rambutan, pepaya, durian, sawo, manggis, dan duku tersebar di Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang dan Tangerang. Sebagian buah lokal tersebut dijual tidak hanya di Banten, tapi juga ke luar daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasubid Keamanan Pangan BKPP Banten Dadang Suhayat mengatakan bahwa buah impor masih mendominasi di pasaran, terlebih di minimarket dan supermarket. “Beberapa buah lokal seperti manggis dan mangga lokal sebenarnya mampu bersaing. Namun, buah impor masih menjadi pilihan utama konsumen. Terkait apel impor yang berbahaya, kami masih menunggu hasil uji lab,” jelasnya. (mg12/run/dwi/RB)