Ujang Iing

CILEGON – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ujang Iing mengatakan Kota Cilegon  telah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah yang disahkan oleh DPRD Kota Cilegon sejak tahun 2016 lalu.

Namun sepertinya perda tersebut belum membuat Kota Cilegon bersih dari sampah-sampah yang menumpuk dan berserakan. Apalagi sampah di bantaran kali yang kerap meresahkan warga akan dampak bencana banjir.

Hari ini saja sebanyak 50 ton sampah dari Pasar Kranggot Cilegon dan sekitar bantaran kali disekitaran pasar itu terkumpulkan. Bukti banyaknya sampah yang menggenang di saluran air. “Perdanya ada. Tapi ya pelan-pelanlah,” ujar Iing saat ditemui di peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN) tingkat Kota Cilegon, Rabu (14/3).

Iing mengungkapkan dari turunan perda itu juga memuat tentang sanksi yang bakal diberikan kepada setiap orang yang membuang sampah sembarangan. Meskipun hanya selembar kertas.

“Sanksinya kurungan maksimal satu bulan, kalau tidak salah. Kemudian dendanya buang sampah sembarangan maksimal Rp 50 juta. Ini masuknya tipiring (tindak pidana ringan),” tuturnya.

Namun demikian ia mengakui bahwa sanksi itu belum berjalan efektif. Padahal saat ini pihaknya telah memiliki tim saber sampah. “Kalau daerah besarkan ada CCTVnya untuk pengawasan. Inilah masih kelemahan kita. Kedepan kita arahkan agar ada CCTV,” harapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)