Bubarkan Konvoi dan Malam Tahun Baru

0
2964
Wakil Bupati Tangerang Mad Romli (dua kanan depan) bersama Kapolresta Tangerang Kombespol Ade Ary Syam Indradi (kanan depan) melakukan pemeriksaan pasukan pengamanan prokes saat Nataru, Senin (21/12).

TIGARAKSA – Menindaklanjuti surat edaran Bupati Tangerang tentang imbauan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Polisi bersama TNI dan Satpol PP menggelar apel gabungan penanganan protokol kesehatan (prokes) dengan kekuatan 600 personel gabungan.Targetnya, memastikan berjalannya prokes pada malam Natal serta tidak adanya perayaan berbentuk konvoi atau pusat keramaian di malam Tahun Baru, Senin (21/12).

Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menegaskan, dalam menyambut Tahun Baru 2021 agar tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Ia menuturkan, apabila masih ada yang kedapatan membandel maka akan dilakukan tindakan tegas seperti pembubaran. “Kita akan tindak tegas kepada pelanggar protokol kesehatan yang membandel dan akan kita bubarkan,” tegasnya kepada awak media, Senin (21/12).

Sementara, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pasukan yang dikerahkan akan berfokus untuk memastikan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan pada Nataru. “Kita juga menerjunkan 600 personel dari Polri, TNI dan Pemkab Tangerang. Bagi masyarakat yang masih membandel dan berkerumun akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Lanjutnya, peringatan Nataru sesuai surat edaran di mana pada Malam Misa Natal atau saat ibadah diprioritaskan melalui daring (online). Adapun, aktivitas tatap muka jemaat dengan pendeta di gereja maksimal 30 persen dari kapasitas gedung.

Ia menjelaskan, pasukan pengamanan juga memastikan akan memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal. Ade menegaskan akan memproses hukum orang atau kelompok yang melakukan sweeping atau mengganggu jalannya ibadah Natal.

“Serta tentu saja kami ajak semua pihak untuk bersama menjaga keamanan dan melaksanakan protokol kesehatannya kini menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan,” katanya.

Ia meminta, pada malam Tahun Baru tidak ada warga yang mengadakan konvoi atau arak-arakan massa yang dapat menimbulkan kerumunan. Apabila dilanggar maka polisiakan mengambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran. Tindakan pembubaran juga berlaku pada tempat hiburan atau pusat keramaian yang tidak tutup pukul 19.00 WIB akan dibubarkan. (rbnn/air)