Budayakan Konsumsi Pangan Yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman

0
196

LEBAK – Pola konsumsi pangan masyarakat sampai saat ini menunjukkan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya. Beras masih mendominasi dalam pola konsumsi pangan masyarakat, sementara konsumsi sumber karbohidrat lainnya yang dahulu biasa dikonsumsi semakin tergeser sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Disamping itu, konsumsi sayur dan buah, umbi-umbian, pangan hewani, dan kacang – kacangan masih rendah sehingga perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, maka perlu upaya sosialisasi secara terus menerus untuk merubah pola konsumsi masyarakat ke arah pola konsumsi pangan (B2SA).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabuapaten (Ketapang)Lebak Kosim Ansori saat ditemui Radar Banten Online, Senin (18/9).
Kosim Ansori mengatakan, upaya untuk mengubah konsumsi masyarakat itu tidak mudah, perlu bekerjasama atau melibatkan pemangku kepentingan yang terkait. Sehingga pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman yang dibutuhkan untuk memenuhi tubuh dengan jumlah yang berimbang berdasarkan cita rasa, daya cerna dan daya beli dapat dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat.
“Dengan demikian, perlu dilakukan sosialisasi yang terus menerus oleh setiap instansi yang bersangkutan agar dapat memberikan motivasi untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar dapat mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA),“ kata Kosim Ansori kepada Radar Banten Online, Senin (18/9).
Upaya yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Lebak, lanjutnya, bekerjasama dengan tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lebak dalam melaksanakan kegiatan sosialisasinya, seperti mengadakan Lomba Cipta Menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).
“Lomba tersebut dimaksudkan untuk membantu meningkatkan pemahaman setiap individu dalam menerapkan konsumsi B2SA, khususnya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dalam menentukan menu makan dirumahnya,“ tukasnya.

Selain itu, kata Kadis Ketapang, lomba tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA, pemahaman penerapan prinsip B2SA serta diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu makanan B2SA dengan berbasis sumber daya lokal. (Omat/twokhe@gmail.com).