Budi Daya Jamur Tiram Bakal Potensi Desa Cukanggalih

Anggota KWT Desa Cukanggalih mencampur bahan-bahan untuk membuat log jamur pada Kamis (21/3) lalu. Log jamur adalah media tanam jamur tiram.

       TANGERANG – Pemerintah Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, berencana menjadikan jamur tiram sebagai potensi unggulan di desanya. Saat ini, pembudidayaan jamur itu tengah ditingkatkan oleh Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cukanggalih dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cukanggalih. 

       ”Sekarang, sedang berjalan (budi daya jamur tiram-red). Kebetulan pengelolaannya dipimpin langsung oleh Ibu Lurah (menyebut Ketua TP PKK Desa Cukanggalih Siti Hodijah-red). Ini (budi daya jamur tiram-red) sangat potensial untuk dijadikan unggulan di desa kami,” kata Sekretaris Desa Cukanggalih Gugun Gunawan, mewakili Kepala Desa Cukanggalih Acep.

       Sementara, Siti Hodijah mengatakan, bahwa organisasinya telah membina 15 anggota KWT untuk membudidayakan jamur tiram. Para ibu mengawali budi daya dengan mencampur bahan-bahan untuk media tanam jamur tiram. Yakni, serbuk gergaji kayu albasia, kayu duren, dan kayu nangka. Serbuk kayu ini dicampur dengan dedak dan kapur. Adonan bahan media tanam ini lalu ditutup terpal selama satu hari satu malam.

”Baru besoknya proses pembungkusan ke dalam plastik satu kilo yang kita sebut log jamur. Log jamur ini lalu di (masukkan-red) oven selama sepuluh jam, dan didiamkan lagi selama dua hari biar dingin. Setelah itu, baru proses pembibitan. Log jamur kemudian dimasukan ke dalam rak jamur,” papar Siti Hodijah.

Pembudi daya jamur tiram tinggal merawat log jamur. Selama 1,5 bulan, log jamur harus disiram minimal dua kali sehari sampai menghasilkan jamur.

”Baru setelah 1,5 bulan bisa dipanen setiap hari selama tiga sampai empat bulan. Setelah selesai masa panen, setelah empat bulan, log jamur bisa dijadikan pupuk. Jadi tidak terbuang,” tutur Siti Hodijah. 

Ia mengakui, Pemerintah Desa Cukanggalih mendukung penuh budi daya jamur tiram ini. Pemerintah Desa Cukanggalih memberikan bantuan dari pembuatan tempat budi daya jamur tiram sampai peralatan dan bahan baku log jamur tiram.

”Semoga, ini (budi daya jamir tiram-red) bisa berkembang. Saat ini, setiap hari produksi tujuh sampai sepuluh kilo dari 1.600 log jamur. Hasil penjualannya untuk pengembangan lanjutan budi daya jamur tiram. Kita tidak ingin berhenti sampai di sini aja. Yang tadinya cuma 1.600-an log jamur, siapa tahu nanti bisa sampai 3.000 sampai 4.000 log jamur,” harap Siti Hodijah. (pem/rb/sub)