Buka Penjaringan Pilkada, PAN Incar Sosok Anti Korupsi

CILEGON – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon membuka penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. Tim penjaringan Pilkada Partai PAN menegaskan, dalam penjaringan itu pihaknya terbuka bagi siapapun, termasuk dengan petahana atau incumbent.

Ketua Tim Penjaringan Pilkada PAN Kota Cilegon Syaefullah Asas menjelaskan, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak eksternal untuk mendapatkan dukungan pada Pilkada tahun 2020 mendatang.

“Melalui kesempatan ini kami mengundang kepada calon – calon pemimpin Kota Cilegon bergabung bersama PAN untuk membangun Kota Cilegon,” ujar Syaefullah Asas dalam kesempatan jumpa pers di Sekretariat DPD PAN Kota Cilegon, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Senin (7/10).

Menurutnya, proses penjaringan akan dibuka mulai 10 Oktober hingga 30 Oktober mendatang. Untuk pengambilan formulir, PAN memberikan tenggat waktu dari tanggal 10 hingga 23 Oktober, untuk proses pengembalian formulir dari tanggal 24 hingga 30 Oktober.

Ia menegaskan, dalam proses pencarian bakal calon walikota dan wakil walikota tersebut, pihaknya tidak meminta biaya apapun. Kemudian, ia pun mencari sosok yang mempunyai spirit anti korupsi. “Fakta integritas menjadi persyaratan yang mutlak. Menyikapi masalah korupsi suatu yang sangat dilarang di PAN,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) PAN Kota Cilegon Rosyid Haerudin menuturkan, PAN membuka penjaringan karena berdasarkan aturan, PAN tidak bisa mengusung pasangan calon kepala daerah tanpa berkoalisi.

“Kalau mau usung sendiri, kita hanya punya kursi empat, sedangkan syarat delapan, PAN perlu berkoalisi dengan partai manapun selama mempunyai visi misi yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, tim penjaringan sudah memiliki program dari pendaftaran hingga diterbitkannya rekomendasi. Selanjutnya, rekomendasi itu akan diserahkan ke DPW PAN Provinsi Banten dan DPP PAN.

Dalam hal penjaringan PAN Kota Cilegon akan bekerja seobjektif mungkin. PAN telah menetapkan sejumlah kriteria dan poin. “Nanti yang tertinggi poinnya akan direkomendasikan tim, selanjutnya akan diusulkan ke DPW dan DPP. Kami tidak punya target berapa banyak yang mendaftar, tapi yang mendaftar itulah yang akan kami tindak lanjut dengan metode scoring, survei,” paparnya.

Melalui penjaringan ini, PAN ingin memunculkan calon pemimpin yang dikehendaki masyarakat dan yang mempunyai visi misi. (Bayu Mulyana)