Buka Tutup Bendung Pamarayan, Pertanian Terancam Gagal Panen di Kabupaten Serang

0
727 views

SERANG – Bendung Pamarayan mengalami perbaikan irigasi pada saluran Barat sampai Mei 2018 sehingga akan dilakukan buka tutup aliran. Adanya kegiatan ini, sector pertanian akan terganggu seperti kekeringan hingga terjadinya gagal panen di sebagian Kabupaten Serang.

Dampak dari perbaikan saluran irigasi Barat dan Utara cukup luas. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Duhaha, wilayah Kecamatan yang terkena dampak saluran ini meliputi Ciruas, Lebakwangi, Pontang, Kramatwatu dan sebagian Kragilan. Dengan jangkauan luas lahan persawahan rata-rata 20 sampai 50 hektare.

“Kalau lihat foto-foto dari staff di lapangan, dan juga rekan media, katanya sudah pada retak-retak tanahnya. Jadi kondisinya sampai kurang dari sebulan bisa jadi fuso. Kecuali menginjak Januari curah hujan bisa 200 mm per bulan mengisi kekosongan,” kata Zaldi melalu saluran telepon, Jumat (15/12).

Serang Utara meskipun cuaca mendung, menurutnya curah hujan masih sangat rendah. “Bukan berarti tidak boleh buta tutup di Bendung pamarayan. Petani berharapnya ketika ada jadwal, mereka diajak bicara secara komprehensif. Kemarin pas musyawarah ada perwakilan petani mengenai jadwal buka tutup tapi mungkin yang hadir belum semuanya mewakili petani yang terkena dampak. Perlu cermat sih,” paparnya.

Imbau Zaldi, bila ada jadwal buka tutup untuk perbaikan irigasi, sebaiknya 3 hari ditutup 6 hari dibuka atau 5 hari ditutup 10 hari dibuka agar saluran air bisa terisi sampai hilir irigasi. “Kalau ini, kan 14 hari ditutup, 7 hari dibuka. 14 hari belum sampai ke Kramatwatu sudah ditutup lagi. Harus ada komunikasi dengan petani dan pihak pengambil kebijakan.”

Sementara itu, Mantri Bendung Pamarayan Nendi membenarkan ada perbaikan pada irigasi sekunder, yaitu saluran Barat dan Utara. Tetapi selama setengah tahun perbaikan, pihaknya hanya akan memperbaiki saluran Barat terlebih dahulu. Kemudian, pihaknya membuka dan menutup aliran Bendung Pamarayan.

“Keluhan warga saluran irigasi kering di Pamarayan Barat. Kalau perbaikannya dari pihak Balai jadwalnya penutupan 15 hari. Cuman permintaan masyarakat 10 hari. Dirubahlah hari ini,” kata dia melalui saluran telepon, Jumat (15/12).

Kata Nendi, saluran yang akan direhab yaitu mulai dari BPB 1 sampai BPB 2 yakni Cikeusal, Ciruas, Kramatwatu, Bojonegara, Pontang dan Tirtayasa. Sedangkan pengukuran saluran kemungkinan membutuhkan satu bulan lebih sesuai jadwal terlampir pada BP3A. “Cuman ada petani dari Sawah Luhur langsung ke bendung untuk minta dialirkan. Jadi nggak bisa langsung ke ujung. Jadi sistimnya dibuka 2-3 hari baru nyampe,” ungkapnya.

Sedangkan jadwal pengeringan sebenarnya sudah sesuai kesepakatan diawal, dimana semua saluran yang terkena dampak menyetujui. Hanya saja, kata Nendi, ada petani yang belum berkoordinasi dengan petani lain. Ia menilai sosialisasi dari pihak desa mengenai penyebaran jadwal buka tutup, sebagian petani belum memegang.

“Ini sudah ada musyawarah dari dinas terkait, udahada jadwalnya. BP3A, Kelompok Tani sudah menandatangani,” ujarnya.

Dikatakan, perbaikan tanggul ini untuk pengerukan endapan lumpur dari BPB 1 dimulai dari Cikeusal sampai BPB 2 yaitu Kramatwatu. Perkiraannya hingga bulan Mei 2018. Tujuan perbaikan ini, untuk memperbaiki tanggul yang amblas dan meninggikan tanggul supaya ketika debit air meluap tidak meluber kemana-mana. “Ibaratnya normalisasi saluran,” pungaksnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).