Bukalapak dan Pemprov Banten Kerjasama Pasarkan Produk UMKM

0
665 views
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana saat menandatangani MoU dengan pihak Bukalapak di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kota Serang. Kamis (08/12). (Foto: Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten)

SERANG – Situs jual beli berbasi online, Bukalapak atau bukalapak.com bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk memasarkan produk-produk UMKM dari Banten.

Kerjasama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memory of Understanding (MoU) antara Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten selaku perwakilan Pemprov Banten dengan pihak Bukalapak di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kota Serang. Kamis (08/12).

Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Drs. H. Ranta Soeharta dan Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

“Saya akui titik kelemahan dari UMKM adalah pemasaran produk, oleh karena itu untuk meningkatkan daya saing UMKM adalah dengan jalan pemasaran produk,” ungkap Ranta.

Pada saat ini menurut Sekda Banten, pemasaran secara online merupakan langkah tepat untuk meningkatkan daya saing produk dari UMKM.

Selain pemasaran online, langkah sebelumnya yang harus ditempuh adalah penyiapan sumber daya manusia dan informasi teknologi (IT). “Karena tanpa sumber daya manusia dan IT, pemasaran online tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itulah MoU ini dilakukan untuk membantu para pengusaha UMKM dapat memasarkan secara online sekaligus meningkatkan daya saing produknya “ terang Sekda Banten.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana mengatakan, saat ini produk UMKM yang sudah siap dipasarkan secara online sebanyak 300 produk.

“Kita pertamanya 100, sekarang udah 300. Target kita kalau mencukupi 2.000 ditahun 2017. Kalau online kan lihat dulu kualitas dan bungkusnya,” ujarnya.

Menurutnya, Banten memiliki potensi besar produk UMKM yang bisa dipasarkan secara online. Berdasarkan data tahun 2013, UMKM di Banten sebanyak 984.116. Sedangkan yang sudah terdaftar di Disperindagkop sebanyak 15 ribu.

“Sekarang kami terus memperbarui data tersebut untuk bisa merumuskan langkah pengembangan selanjutnya,” paparnya. (Bayu)