Bukan Geng Motor, Pengeroyok Remaja di JLS Teridentifikasi

AKBP Rizki Agung Prakoso

CILEGON – Polres Cilegon telah mengantongi identitas keempat pelaku pengeroyokan remaja di Jalan Lingkar Selatan (JLS) pada Rabu (15/5) lalu. Polres pun telah berhasil mengungkap motifnya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso memastikan pelaku pengeroyokan terhadap Wahyu, warga Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, bukan geng motor. Melainkan hanya kelompok remaja biasa. “Saat ini sedang dalam pengejaran,” ujar Rizki, Minggu (19/5).

Berdasarkan hasil keterangan yang telah dikumpulkan, Wahyu adalah korban salah alamat. Empat pelaku yang mengeroyoknya hingga mengalami luka sobek di pelipis mengira Wahyu adalah orang yang mereka cari. Para pelaku mengira korban adalah pria yang mendekati pacar salah satu pelaku.

Informasi peristiwa pengeroyokan itu sempat simpang siur. Ada yang menyebut begal, ada juga ulah geng motor. Namun, menurut Rizki, polisi telah berhasil menggali keterangan, dan faktanya bukan ulah begal maupun geng motor.

“Sekarang masih proses pengejaran,” tuturnya.

Guna mengantisipasi aksi serupa atau aktivitas lain yang mengganggu ketertiban umum di tengah-tengah masyarakat, sesuai arahan dari Polda Banten, Polres Cilegon telah mebentuk Tim Jawara untuk melakukan patroli setiap hari menggunakan sepeda motor.

Tidak hanya sepeda motor, tim itu pun dilengkapi dengan persenjataan lengkap dalam melakukan patroli pengamanan di Kota Cilegon. “Sasarannya anak muda yang nongkrong, kita khwatir mereka balap liar, atau berbuat lain yang mengganggu ketenangan masyarakat,” ujar Rizki.

Menurutnya, tim tersebut dibagi ke dalam beberapa kelompok agar proses patroli bisa berjalan efektif. “Khususnya di jam-jam rawan. Selama bulan puasa ini, jam rawan itu dari malam hingga sahur,” paparnya.

Dengan adanya Tim Jawara tersebut, Rizki mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena polisi terus memantau kondisi lingkungan di Kota Cilegon.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putera menjelaskan, kepolisian sedang berupaya mengamankan keempat pelaku tersebut. “Identitas sudah dikantongi,” tuturnya.

Peristiwa pengeroyokan terhadap Wahyu terjadi pada Rabu (15/5) sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang duduk seorang diri dan tak lama didatangi empat orang remaja menggunakan sepeda motor dan langsung memukulinya. Usai memukul korban menggunakan benda tumpul, pelaku lari sambil membawa telepon genggam milik korban. (bam/ibm/ira)