Bukan Tangisan Biasa, Lalu Apa?

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Gara-gara ‘Trauma’

Sandi (38) dan Sinta (34), keduanya nama samaran, tengah menikmati hubungan suami istri dengan penuh sensasi. Namun di tengah pergulatan mereka, tiba-tiba Sinta menangis. Air matanya bercucuran hebat, gara-gara itu konsentrasi mereka langsung buyar.

Walah, ada apa ya? Menurut Sandi, Sinta saat ia nikahi bukan lagi gadis perawan. Sinta sebelumnya pernah menikah alias janda anak satu. Berbeda dengan Sandi, dia perjaka tingting karena belum pernah menikah. “Dia nangis itu bukan karena kesakitan Mas, tapi persoalan lain,” katanya.

Sandi mengatakan, tangisan Sinta saat berhubungan suami istri ada kaitannya dengan masa lalu. Yakni pernikahan sebelumnya yang lumayan kelam. “Kelihatannya istri saya itu masih sayang sama mantan suaminya. Gara-gara itu dia selalu menangis kalau sedang berhubungan suami istri dengan saya,” terang Sandi.

Wak waw, Sandi mengaku tengah patah hati dengan kondisi itu. Hatinya tersiksa karena merasa berada di bawah bayang-bayang mantan suami Sinta. “Jelas kesal lah Mas. Suami mana yang hatinya enggak tersiksa kalau istri masih ingat sama mantan suaminya?” aku Sandi.

Bahkan gara-gara hal tersebut, Sandi tengah berpikir untuk melaporkan Sinta ke Pengadilan Agama. Ia mengaku, menyerah setelah berusaha menggantikan mantan suami Sinta. “Mungkin saya terlalu muluk. Dulu saya pernah janji akan menghilangkan memori mantan suaminya. Kirain dengan kehadiran saya, Sinta akan lupa dengan kehidupan rumah tangganya yang dulu. Ternyata tidak bisa,” keluh Sandi.

Hmmmmm, sepertinya si Om harus flashback dulu nih, biar duduk perkara sebenarnya bisa dimengerti. Okeh, begini ceritanya. Kisah ini dimulai ketika Sandi kalangkabut mencari pasangan abadi. Di usianya yang waktu itu menginjak 35 tahun, Sandi belum juga mendapatkan calon istri.

Karenanya Sandi menebar informasi, meminta agar teman-teman dekat segera mencarikannya istri. Tidak membutuhkan waktu lama, salah satu teman mempromosikan Sinta. Sang teman mengatakan, Sinta adalah janda anak satu yang tengah mendamba lelaki sejati. Sandi pun telah diberitahu jika Sinta tengah mengalami trauma berat akan pernikahan sebelumnya. “Sejak awal saya sudah diberitahu sih Mas, kalau Sinta itu memang sedang trauma berat,” aku Sandi.

Mendengar penjelasan sang teman, Sandi merasa penasaran. Ia ingin mengetahui Sinta terlebih dahulu, ia pun tertarik untuk menyelami masa lalu Sinta. Karenanya perjodohan pun dimulai. Sandi lalu dipertemukan dengan Sinta.

Pertama bertemu, jantung Sandi berdegup keras. Wow cantik sekali, ujar Sandi dalam hati. Betapa tidak, kulit Sinta kuning langsat, mata bulat, bibir tipis mungil, hidung mancung, sempurna sekali. “Waktu pertama bertemu, saya kaget bukan main Mas. Serius aja, masalahnya istri saya itu cantik. Muka-muka priangan gitu deh,” katanya.

Pada pertemuan itu, Sandi langsung menetapkan hati. Pokoknya nih janda harus jadi istri saya, kira-kira begitu kata hatinya berbicara. Karenanya dia berusaha keras untuk membuat Sinta menyukainya. Usaha kerasnya pun berbuah hasil, Sinta juga memperlihatkan rasa suka kepada Sandi. “Awalnya dia dingin Mas, biasa-biasa saja. Tapi setelah saya teleponin terus, akhirnya dia mau tertawa kalau sedang ngobrol dengan saya,” tuturnya.

Jurus jitu Sandi memang dengan melucu, dia lumayan jago dalam hal melawak. Hubungan mereka pun berhasil mengalami kemajuan, Sinta menerima tembakan Sandi untuk menjadi pacar, doorrr.

2. ‘Trauma’ Sering Datang Menghampiri

Saat berpacaran, Sandi mengutarakan keseriusannya kepada Sinta. Dia menegaskan jika hubungan itu akan ia bawa hingga pelaminan. Mendengar keseriusan itu, Santi memperingatkan tentang sindrom yang tengah ia alami. Ia mengaku takut jika Sandi kecewa akan trauma yang tengah dialami Sinta.

Oh iya ya, memang traumanya Sinta apaan sih? Sandi yang awalnya enggan bercerita akhirnya terbuka. Menurutnya, Sinta secara tidak sengaja memergoki suaminya bercinta dengan janda tetangga sebelah.

Hal ini terjadi ketika Sinta pulang dari tempat kerja lebih awal. Ia mendapati mantan suami berada di atas ranjang tidurnya bersama perempuan lain. “Dia shock ketika melihat suaminya selingkuh di dalam kamar tidurnya. Dia tidak kuat menerima kenyataan itu karena Sinta benar-benar cinta dengan suami pertamanya itu,” terangnya.

Sinta dan si mantan suami telah menjalin hubungan sangat lama. Keduanya sudah berpacaran sejak SMA. Karenanya Sinta mengalami trauma berat, dia sampai punya rasa tidak percaya kepada lelaki. “Jangankan memikirkan untuk menikah lagi, lihat lelaki pun Sinta enek. Tapi dengan saya, dia mau. Makanya lumayan bangga kan,” aku Sandi.

Bangga sih iya, tapi rasa itu seiring waktu menjadi terkikis dan hancur. Bagaimana tidak, Sinta selalu menangis ketika mereka sedang bercinta. Apalagi tangisan itu terpicu masa lalu ketika Sinta memergoki mantan suami bersetubuh dengan janda tetangga. Hmmmm, iya ya, bete juga kalau kaya gitu. “Iya kan, bete loh Mas. Masa setiap bercinta dianya nangis. Terus kalau dia nangis masa saya teruskan, memaksa dong namanya,” jelas Sandi.

Untuk persoalan itu, Sandi bukannya diam saja. Dia sudah berkali-kali membawa Sinta ke psikiater. Efeknya sih memang ada, Sinta sempat tidak pernah menangis. Namun beberapa waktu kemudian, penyakit menangisnya kambuh lagi. Waduuuhh, repotnya.

“Makanya Mas, saya jadi sulit menikmati hubungan suami istri. Apalagi saya masih berada di bawah bayang-bayang mantan suaminya. Harus gimana ini Mas,” tanya Sandi. Waduuh, harus gimana ya? (RB/quy/zee)