Buku KIR Diganti Kartu Pintar

CILEGON – Bukti uji kelaikan angkutan baik orang maupun barang atau KIR yang kini masih berbentuk buku akan diubah menjadi kartu pintar atau smart card. Dishub Kota Cilegon pun sedang mempersiapkan perangkat untuk menunjang peraturan terbaru tersebut.

Walikota Cilegon Edi Ariadi usai menghadiri acara sosialisasi penerapan smart card di Greenotel, Cibeber, Kota Cilegon, menuturkan, smart card merupakan kebijakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sejauh ini, sudah ada 230 kabupaten kota yang telah memberlakukannya.

Dengan smart card, bukti uji kelaikan angkutan umum baik orang maupun barang akan terintegrasi secara online. Informasi terkait angkutan umum tersebut akan tertuang dalam sebuah kartu, sama halnya seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP E) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Akan ada efisiensi dari aspek registrasi dan memudahkan kontrol pemerintah terhadap kendaraan yang saat ini beroperasi di daerah,” ujar Edi, Selasa (15/10).

Di sisa tahun 2019 hingga 2020 mendatang, Pemkot Cilegon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sedang merintis untuk mengikuti program tersebut. diharapkan tahun mendatang program itu sudah bisa mulai berjalan.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Afandi menuturkan, dengan menggunakan sistem tersebut, upaya pengontrolan terhadap angkutan bisa berjalan lebih optimal.

Kemudian, sistem itu pun bisa meminimalisir potensi pemalsuan bukti uji kelaikan angkutan. “Bisa dicek secara online, ini tidak bisa menjadi pemalsuan, kalau buku potensi pemalsuannya sangat tinggi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, kendati bentuk bukti uji kelaikan berubah dari buku menjadi smart card, prosedur uji kelaikan masih sama dengan sebelumnya, dimana perlu dilakukan uji fisik, dan serangkaian lainnya.

Kemudian, masa berlaku kartu pun sama dengan masa berlaku buku KIR yaitu per enam bulan.

Poin penting dalam sistem ini adalah terintegrasi informasi kendaraan dalam sistem pemerintahan, sehingga saat instansi lain, seperti Dishub Provinsi Banten melakukan pemantauan tidak bisa dikelabui.

Menurut Andi, berdasarkan perhitungannya, program itu dimungkinkan berjalan efektif pada tahun 2021 mendatang, karena 2020 masih dalam tahapan pemeriksaan, sosialisasi, dan penerapan awal. (Bayu Mulyana)