Bulan Madu Bikin Lupa Waktu

Bulan madu memang terasa istimewa bagi para penganten baru. Tak terkecuali bagi Mimin (34), nama samaran, bersama suaminya, sebut saja Eman (35) saat masih menjadi pengantin baru beberapa tahun silam. Entah karena terlalu menikmati, Mimin dan Eman yang berbulan madu ke wisata pantai keasyikan sampai lupa waktu. Acara kebablasan hingga membuat pihak keluarga mengira keduanya hilang di lautan, karena kelamaan tanpa memberikan kabar. Yassalam.

“Ya tadinya maksud kita supaya kita fokus saja menikmati bulan madu berdua, enggak mau ada gangguan. Eh ternyata, malah bikin semua panik,” kenang Mimin kepada Radar Banten di depan teras rumahnya di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kemarin. Takut diintip ya? “Ya gitu deh,” timpalnya.                            

Sampai saat ini, Mimin dan Eman tidak akan melupakan kejadian menggelikan itu. Berbulan madu ke wisata bahari setelah menikah memang sudah menjadi impian Mimin sejak masih berstatus lajang. Mimin sempat mendambakan bisa berbulan madu di penginapan sambil menikmati pantai dengan nuansa malam. Dari sejak pacaran, agenda bulan madu memang sudah direncanakan Mimin jauh-jauh hari bersama Eman. Bahkan, mereka sengaja menabung khusus agar impian itu tercapai. “Jadi Kang Eman punya saudara di Sukabumi, kita bulan madunya di Pelabuhan Ratu,” terang Mimin. Awas ada Nyi Roro Kidul.

Mimin dan Eman warga asli Serang, tetapi Eman lebih banyak menghabiskan waktu di Tangerang bekerja di salah satu perusahaan produksi sepatu. Mereka sudah kenal sejak masih SMP dan bertemu kembali saat dewasa hingga keduanya merasakan saling jatuh cinta. Dari fisik, Mimin lumayan cantik dan menarik, bodinya juga bak gitar spanyol, mengoda deh pokoknya. Kulitnya juga eksotis. Sementara Emang berbadan tegap, tinggi, dan putih tua, eh hitam maksudnya. Eman juga orangnya pendiam.

Setelah merasa mantap menjalin hubungan ke arah lebih serius, keduanya tak ragu untuk melangsungkan pernikahan. Untuk sementara mengawali rumah tangga, keduanya menumpang di rumah orangtua Eman. Kendati begitu, Mimin tetap bahagia karena diterima dengan baik oleh pihak besan. “Soalnya saya juga memang sudah dari dulu sering main ke rumah Eman, jadi sudah biasa,” akunya. Oh begitu.

Tiga hari setelah pernikahan, Mimin dan Eman pamit untuk mewujudkan impiannya berbulan madu di penginapan. Mereka pergi ke Sukabumi sekalin berkunjung ke rumah saudara Eman. Sesampainya di sana, Eman yang tak mau acara sakralnya terganggu, baik oleh keluarga maupun urusan pekerjaan, menonaktifkan ponselnya. “Jadi yang aktif cuma ponsel saya, itu juga hapenya waktu itu suka cepet lowbet,” ujarnya. Kan bisa di charge. “Nah itu dia, charger juga enggak dibawa,” jawabnya. Wassalam deh.

Sehari setelah sampai di Sukabumi, mereka izin pergi jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu untuk berbulan madu di wisata pantai. Kebetulan, lokasinya tak terlalu jauh dari rumah saudara Eman, waktu tempuhnya sekira satu jam. Sesampainya di sana, mereka pun menyewa penginapan. “Kita awalnya cuma pengen nginep tiga hari, tapi karena keenakan, jadi seminggu deh,” katanya. Keenakan ngapain? “Mas suka pura-pura deh. Tahu sendiri penganten baru,” timpalnya. Biasa pura-pura polos.

Selama seminggu itu, Mimin tak mengaktifkan ponselnya. Di lokasi bulan madu, mereka hanya membawa kamera. Waktu itu belum trend media sosial (medsos), jadi keduanya benar-benar fokus menikmati bulan madu sekaligus menikmati keindahan wisatanya. “Kami enggak sadar, ternyata orang rumah dan saudara di Sukabumi pada nyariin,” ujarnya.

Karena kelamaan tidak memberikan kabar kepada keluarga, keduanya sempat dikabarkan hilang di Pelabuhan Ratu. Saudara Eman sampai melapor ke polisi. Bahkan, keluarga di Serang sampai menggelar pengajian agar kedaunya ditemukan. Seminggu kemudian, keduanya tiba di rumah dengan hati senang tanpa rasa bersalah. Sontak, kemunculan Mimin dan Eman membuat orang yang ada di rumah kaget sekaligus jengkel. “Pokoknya kalau inget kejadian itu, rasanya campur aduk. Ada rasa salah, kasihan ke orang, tapi juga lucu,” tukasnya. Dasar ya. (mg06/zai)