Bulog Ditarget Serap 5 Juta Ton Beras Petani dalam 2 Bulan

Beras Bulog
Ilustrasi/ Inet
SERANG – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginstruksikan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap lima juta ton beras dari petani pada Maret hingga April 2016. Amran meminta Bulog bekerja maksimal dalam pengadaan beras. Ia berharap Bulog mampu menyerap beras-beras petani Indonesia, agar stok akhir tahun Bulog mencukupi.
 
Hal tersebut dinilai mampu meredam gejolak harga beras saat musim paceklik dari November 2016 hingga Februari 2017 mendatang. Ia juga tak ingin, permasalahan tidak ada beras muncul saat akhir tahun. “Kita sama-sama bekerja, Bulog juga harus menyerap ini. Jangan sampai di akhir tahun permasalahan tidak ada beras muncul. Tidak boleh seperti itu,” ujar Amran di Jakarta, kemarin.
 
Sebelumnya, meski pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras yang menaikkan Harga Pembelian Petani (HPP) beras sebesar 10 persen dari Rp6.600 per kg menjadi Rp7.300 per kg, Bulog tetap kesulitan menyerap beras dari petani.
 
Tahun ini Kementerian Pertanian menargetkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 75,13 juta ton dan sekitar 42 juta ton beras. Idealnya Bulog menguasai pasokan sekitar 32 juta ton dalam satu tahun untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar.
 
Di Banten sendiri, serapan beras Bulog pada awal tahun terbilang tinggi. Meski tidak seratus persen, serapan beras hanya menyisakan 27,12 persen atau 2.195.925 kilogram atau 2,1699 ton. Kasubdit Distribusi Raskin dan Harga Pangan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi Banten Sri Murtiningsih mengungkap, serapan raskin di Banten hingga awal tahun mencapai 72,18 persen, atau 5.696.745 kilogram dari pagu 7.892.670 kilogram per bulan. (Aneu)