BUMDes Peusar Maju Sejahtera Dioptimalkan

0
202 views
Djunaidi, pengelola agen sembako milik BUMDes Peusar Maju Sejahtera, merapikan barang dagangannya, Senin (1/4).

TANGERANG – Pemerintah Desa Peusar, Kecamatan Panongan, tengah berupaya mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puesar Maju Sejahtera. BUMDes yang didirikan sejak 2016 itu, baru aktif tahun 2018. Unit usahanya, dimulai dari simpan pinjam.

Namun, sekarang, BUMDes Peusar Maju Sejahtera telah memiliki empat unit usaha. Selain simpan pinjam, ada jasa online, depot air, dan agen sembako.

       ”Nah, sekarang, yang sembako itu yang sedang berkembang cukup pesat,” jelas Kepala Desa Peusar Iwan Setiawan kepada Tim Saba Desa Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (1/4).

       Agen sembako itu terletak di Jalan Raya AMD Cibarengkok, Kampung Puesar, RT 001, RW 004. Kini, omzet dalam satu bulan Rp100 juta lebih. Iwan tetap ingin membina BUMDes tersebut. Tujuannya, omzetnya bisa lebih besar.

”Visi BUMDes kami adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan usaha dan pelayanan sosial,” paparnya.

       Misi BUMDes Peusar Maju Sejahtera, lanjut Iwan, mengembangkan ekonomi masyarakat melalui usaha simpan pinjam dan usaha sektor riil. Kemudian, pembangunan layanan sosial melalui sistem jaminan sosial bagi rumah tangga miskin. Lalu, pengembangan infrastruktur dasar perdesaan yang mendukung perekonomian perdesaan.

”Selanjutnya, mengembangkan jaringan kerja sama ekonomi dengan berbagai pihak. Dan yang terakhir, mengelola program yang masuk ke desa bersifat dana bergulir, terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi pedesaan,” ungkap Iwan.

Dalam mendukung optimalisasi BUMDes Peusar Maju Sejahtera, Iwan mengaku, turun langsung menyosialisasikan kepada masyarakat Desa Peusar, khususnya pedagang kecil agar menjadi pelanggan agen sembako milik BUMDes tersebut. Ia mengklaim, ada keuntungan tersendiri jika masyarakat membeli bahan pokok makanan dan minuman di agen sembako.

”Kelebihannya adalah keuntungan yang kami dapatkan, kami gunakan untuk membantu anak yatim piatu, kaun duafa, dan guru mengaji. Jadi, secara tidak langsung, masyarakat juga ikut berkontribusi untuk membantu sesama. Kalau di agen lainnya kan enggak. Dia kalau untung, ya buat sendiri,” jelas Iwan.  

Pengelola agen sembako BUMDes Peusar Maju Sejahtera Djunaidi menambahkan, toko yang ia kelola mendapatkan respons positif dari masyarakat. ”Awal buka, omzet Rp30 juta. Sekarang, omzet sudah lebih dari Rp100 juta. Harga yang kita jual cukup kompetitif. Tidak terlalu mahal, sama seperti agen besar lainnya,” pungkasnya. (pem/rb/sub)