Buntut Demo Karyawan, DPRD Banten Panggil Manajemen Alfamart

Suasana audiensi Komisi V DPRD Banten dengan manajemen Alfamart.

SERANG – Komisi V DPRD Banten memanggil manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Serang, untuk meminta klarifikasi terkait protes karyawan soal dana bonus akhir tahun (BAT) dan uang lemburan karyawan.

Menurut Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan, unjuk rasa karyawan Alfamart Cabang Serang beberapa waktu lalu harus segera dicarikan solusi sehingga persoalan tidak semakin meluas. “Hari ini (kemarin-red) kita panggil manajemen Alfamart dan Disnakertrans Banten, untuk mencari solusi. Kita ingin konflik internal di Alfamart segera dicarikan jalan keluarnya, sebab kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait konflik internal di Alfamart Cabang Serang,” kata Fitron saat rapat dengar pendapat di ruang Komisi V DPRD Banten, Selasa (21/5).

Fitron menegaskan, pihaknya meminta manajemen Alfamart untuk transparan menyelesaikan perselisihan dengan karyawan sehingga tidak harus diselesaikan secara hukum. “Kami minta para karyawan yang melakukan protes dan mengadukannya ke Komisi V, tidak di-PHK,” ungkap Fitron.

Ia menambahkan, Disnakertrans Banten harus turun tangan melakukan pengawasan sehingga Pemprov Banten hadir di tengah-tengah masyarakat. “Kami minta Disnakertrans Banten turun ke lapangan. Apa pun hasilnya, secepatnya dilaporkan ke Komisi V,” tegasnya.

Fitron melanjutkan, bila manajemen tidak segera menyelesaikan persoalan sesuai aturan, Komisi V akan memanggil perwakilan karyawan dan manajemen Alfamart untuk dikonfrontasi secara langsung. “Untuk hari ini (kemarin) kami ingin mendengar langsung dari manajemen Alfamart terkait apa yang sebenarnya terjadi,” paparnya.

Berdasarkan pengaduan masyarakat yang diterima Komisi V, manajemen Alfamart dituding melakukan penggelapan dana bonus akhir tahun (BAT) sejumlah karyawan dan uang lemburan karyawan. Buntutnya, puluhan karyawan Alfamart melakukan unjuk rasa menuntut hak mereka kepada manajemen akhir pekan lalu.

Kepada Komisi V, perwakilan manajemen Alfamart Cabang Serang Sigit W mengatakan, jumlah karyawan di Alfamart Cabang Serang sebanyak 3.459 orang. Namun, baru 50 persen yang menjadi karyawan tetap. “Untuk menjadi karyawan tetap, paling cepat harus bekerja selama dua tahun,” ungkapnya.

Terkait tudingan penggelapan dana BAT, Sigit mengaku hal itu tidak benar, sebab pembagian dana itu dilakukan secara transparan. Baik kepada karyawan tetap maupun tidak tetap. “Memang penghitungan besaran dana BAT ada sistemnya. Untuk karyawan tidak tetap semuanya telah diatur dalam PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu),” ungkapnya.

Begitu pun juga terkait dana lemburan, semuanya sudah diatur secara transparan. “Jam kerja karyawan kami sesuai aturan yang berlaku yakni tujuh jam. Lebih dari itu maka dihitung lembur, dan ada uang lemburan sesuai aturan, dan sesuai perjanjian dengan karyawan,” tuturnya.

TAK LAPOR

Selama ini manajemen Alfamart diketahui tidak pernah melaporkan terkait ketenagakerjaan perusahaan ke Disnakertrans Banten. Humas Alfamart Cabang Serang Debby Citra Amelia membenarkannya. “Selama ini melaporkan ke Disnaker Kota Serang, sesuai domisili kantor cabang. Memang di Provinsi Banten ini ada tiga kantor cabang Alfamart, yaitu cabang Cikokol, Balaraja, dan Serang. Selama ini kami memang tidak koordinasi dengan Disnaker Provinsi Banten,” paparnya.

Selain mengelola cabang Alfamart secara profesional, lanjutnya, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk menerima produk UMKM yang berkualitas masuk ke Alfamart. “Jadi kami selama ini telah terbuka dengan Pemkot Serang, dan selalu mematuhi aturan yang berlaku,” tuturnya.

Merespons penjelasan dari manajemen Alfamart, anggota Komisi V Ishak Sidik meminta Alfamart Cabang Serang berkoordinasi dengan Disnakertrans Banten. Mengingat, Alfamart Cabang Serang tidak hanya tersebar di Kota Serang, tapi juga di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kota Cilegon. “Kami minta tetap koordinasi dengan provinsi sehingga bila ada persoalan, Pemprov bisa mengambil sikap,” ujarnya.

Sementara Kabid Pengawasan Disnakertrans Banten Ubaidillah mengatakan, pihaknya sudah memanggil Disnaker Kota Serang terkait kekisruhan di internal Alfamart Cabang Serang. “Perselisihan yang terjadi di Alfamart Cabang Serang ranahnya Disnaker Kota Serang. Rencananya pekan ini akan segera dilakukan mediasi antara manajemen dan karyawan Alfamart,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini laporan ketenagakerjaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dilakukan kantor pusat ke Kemenaker. Padahal kantor cabang juga wajib melaporkannya ke disnaker provinsi maupun kabupaten kota. “Jadi kami tidak tahu berapa jumlah karyawan tetap dan tidak tetap di setiap kantor cabang. Sehingga bila ada perselisihan, sulit untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Berdasarkan jadwal Disnakertrans Banten, pengawasan ketenagakerjaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk akan dilaksanakan Juni. “Nanti hasil pengawasannya akan kami laporkan ke Komisi V. Sementara ini kami siap memfasilitasi bila manajemen dan karyawan yang berselisih tidak mau dimediasi di tingkat Kota Serang,” ungkap Ubaidillah. (den/air/ags)