Buntut Kekalahan dari PS Bengkulu, Manajemen CU Peringatkan Pemain

Cilegon United
Kesebelasan Cilegon United kembali menjalani latihan di Stadion KS, Cilegon, Senin (13/6). (Foto: Andre AP)

CILEGON – Manajemen Cilegon United (CU) mulai gerah dengan performa beberapa pemain yang dinilai sudah tidak profesional dan loyal terhadap tim. Hal itu tidak lepas dari hasil negatif yang diraih skuat besutan Imam Riyadi ketika mendatangi PS Bengkulu beberapa waktu lalu. Pada laga yang dihelat di Stadion Semarak, Kota Bengkulu, Rinto Ali cs menelan kekalahan dengan skor 2-0. Hasil ini membuat jarak poin CU dengan dua tim asal Banten lainnya di klasemen sementara semakin terpaut jauh.

CU sementara berada di posisi ketiga klasemen dengan poin enam di bawah Persita yang bertengger di posisi kedua dengan poin 10 dan Perserang sebagai pemuncak klasemen dengan poin 11. Situasi ini jelas mengecewakan manajemen yang menilai semangat dan jiwa juang pemain mulai pudar.

CEO CU Yudhi Apriyanto mengatakan, manajemen harus mengambil sikap terhadap hasil negatif yang diraih tim. Warning (peringatan-red) untuk pemain merupakan hasil evaluasi manajemen. “Sudah seharusnya pemain memberi yang terbaik karena manajemen juga sudah memberikan yang terbaik. Kita (manajemen dan pemain) memiliki hak dan kewajiban. Kami selaku manajemen telah menunaikan kewajiban dan wajar manajemen menuntut haknya (hasil positif) terhadap pemain,” kata Yudhi di sela menyaksikan latihan perdana Rinto Ali cs di Stadion Krakatau Steel (KS), Cilegon, Senin (13/6) sore.

Yudhi menambahkan, manajemen menuntut pemain bersikap profesional dan loyalitas kepada tim. “Kalau hanya datang latihan dan menunggu waktu gajian saja, mendingan cepat-cepat hengkang dari Cilegon. CU sudah memiliki nama besar di kancah sepak bola nasional dan kami butuh pemain yang bisa menjaga nama besar itu,” ucapnya.

Kalau pemain tidak mampu memberi hasil positif di laga berikutnya kontra Persita Tangerang pada 16 Juli mendatang pada lanjutan babak penyisihan grup II Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, maka manajemen siap memberi sanksi terberat bagi pemain. “Sudah jelas sanksinya adalah dicoret dari tim. Kami hanya butuh pemain yang profesional dan loyalitas tinggi,” tegasnya.

Kesempatan tersebut, ia juga meminta masyarakat Cilegon mengerti dan mendukung program CU. “Walikota, wakil walikota, dan DPRD Kota Cilegon sudah memberi perhatian yang sangat luar biasa terhadap tim. Makanya kami minta masyarakat juga mendukung kiprah CU di sepak bola nasional dengan membeli tiket di setiap laga yang dilakoni CU,” tutup Yudhi.

Sementara itu, Kepala Pelatih CU Imam Riyadi mengatakan, latihan ini perdana di bulan Ramadan setelah sepekan pemain rehat. “Cuma empat pemain yang belum kembali ke mes karena belum dapat tiket pesawat, yakni Ryco Fernanda, Dian Endra, Ridho Nurcahyo, dan MS Saimima. Tapi dua hari lagi semua skuat sudah komplit,” urainya.

Program latihan selama Ramadan, lanjut Imam, lebih kepada menjaga kondisi. “Sepekan setelah Lebaran kita akan menjamu Persita di Stadion KS. Kalau pemain diliburkan selama puasa, bisa kacau nanti. Intinya selama Ramadan lebih kepada menjaga kondisi sambil mengolah taktik dan teknik. Kalau daya tahan sudah bagus. Yang lainnya adalah untuk meningkatkan kekompakan dan kesolidan tim,” tuturnya. (Andre AP/Radar Banten)