Bupati Irna Ajak Wartawan Bersinergi

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengajak wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang untuk terus bersinergi. Sikap itu, kata dia, penting, agar harmonisasi semakin terjadi, sehingga arah pembangunan yang akan dilakukan Pemkab sesuai dengan rencana.

Irna mengakui, tata kelola pemerintahan dan kebijakan tidak akan berjalan baik tanpa adanya pengawasan dari para wartawan. Buktinya, kata dia, selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Pemkab telah banyak meraih penghargaan.

“Untuk bisa memikirkan Pandeglang, saya memimpin bersama pak Tanto berdasarkan arahan dan bimbingan keluarga besar PWI. Kami juga tidak akan bisa mendapatkan penghargaan apabila tidak didukung PWI,” katanya di acara pelantikan pengurus PWI Kabupaten Pandeglang periode 2019-2022 di gedung Pendopo Kabupaten Pandeglang, Selasa (17/12).

Irna berharap, kerja sama yang telah dibangun antara Pemkab dan PWI agar terus terjaga. Hal itu, demi terselenggaranya pemerintahan yang sehat dan transparan. “Konsistensi kita perlu kita bawa dan kita jaga, kepengurusan yang baru ini semoga bisa membawa kemajuan untuk Kabupaten Pandeglang. Bersama kita bangun daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Irna menyebutkan, banyak manfaat yang bisa didapat dari kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Daerah dengan PWI Kabupaten Pandeglang, khususnya dalam hal pemberitaan realisasi kegiatan pembangunan. “Kalau tidak dikabarkan hasil pembangunan kami oleh wartawan, kami akan kerepotan. Karena target kami 51 persen ruas jalan kabupaten selama kepemimpinan kami harus dalam kondisi baik. Dan berkat kerja sama dengan media, kegiatan itu dapat disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Irna meminta, kerja sama yang telah dibangun bisa terus ditingkatkan. Tujuannya, selain untuk memajukan daerah, juga dalam rangka meningkatkan kemampuan para pegawai dan masyarakat Pandeglang. “Untuk mengolah dan mengelola sumber daya dan potensi yang ada kita harus bekerja sama. Sehingga Pandeglang bisa dilirik oleh investor,” katanya.

Irna berpesan kepada semua pihak untuk terus menjaga suasa kondusif, agar Kabupaten Pandeglang bisa mendapat perhatian para investor. “Kalau kita tidak menjaga kondusifitas, kita akan kesulitan mendapatkan program. Karena sekarang kita terus memohon bantuan dari pusat agar bisa dibawa ke daerah,”katanya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Pandeglang periode 2019-2022. “Selamat atas terselenggaranya acara ini dengan aman, lancar, damai. Ini milenial, ini menjadi mitra kami di Pemerintahan. Sama-sama saling menunjang dan melengkapi dengan pemerintah, semoga kita tetap bisa menjalin kerja sama dengan baik,” katanya.

Pery meminta agar PWI Kabupaten Pandeglang bisa terus meningkatkan profesionalisme wartawan dalam menyampaikan informasi publik. Tujuannya, agar hasil pemberitaan bisa disajikan secara berimbang, independen, dan tidak berupa opini. “Ada beberapa kode etik yang harus dipatuhi oleh anggota PWI untuk eksistensi di dunia jurnalis. Para media di Pandeglang alhamdulillah sudah memiliki kompetensi. Jangan sampai membuat berita menjadi opini, karena bisa merugikan pihak lain,” katanya.

Menurut Pery, jurnalis merupakan pilar penting dalam membangun dan menjaga iklim kondusif daerah. Oleh karena itu, kata dia, setiap pemberitaan yang menyangkut kebijakan dan hal lain akan dijadikan sebagai bahan evaluasi kebijakan Pemkab Pandeglang. “Media menjadi alat kontrol, bagi kami pemerintah media menjadi pilar penting, karena kalau ada pemberitaan yang tidak baik mengenai kebijakan dan lainnya, akan kita lakukan perbaikan,” katanya.

Ketua PWI Banten Ryan Novandra menyarankan agar kepengurusan PWI yang baru bisa terus bersinergi dengan Pemkab Pandeglang dan menyajikan pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan kode etik jurnalistik. “Segera buat program kerja dan terus bekerja sama dengan Pemkab Pandeglang. Kalau bisa, buatlah berita inspiratif mengenai perjalanan kepala daerah. Tetapi yang paling penting buatlah berita sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya. (dib/zis)