Bupati Irna Akui Daerah Layak Anak Belum Terwujud

0
1.464 views
PEMBERIAN HADIAH: Bupati Irna Narulita memberikan piala penghargaan kepada anak usia dini juara cerdas cermat pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten Pandeglang di Pendopo Pemkab Pandeglang, Jumat (28/7).

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengakui upaya Pemkab dalam mewujudkan daerah layak anak masih kurang. Penyebabnya, kata dia, terkendala infrastuktur, gedung perpustakaan, dan taman pintar yang belum terealisasi secara optimal.

Menurutnya, terlalu banyaknya persoalan infrastruktur jalan dan infrastuktur menjadi penyebab utama belum terwujudnya daerah layak anak. “Memang saat ini kami belum dapat sepenuhnya mengakomodasi pelayanan dasar untuk anak. Tetapi, kami yakin ke depan kebutuhan dasar anak akan segera terpenuhi. Baik sarana pendidikan, taman bacaan, dan sarana kesehatan anak,” ungkap Irna pada acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten Pandeglang di Pendopo Pemkab Pandeglang, Jumat (28/7).

Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang Sukran, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Entis Sutisna, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang Firmansyah, Camat Pandeglang Melly Dyah Rahmaliya, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pandeglang Ahmad Adharudin, dan sejumlah anak-anak dari perwakilan pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kabupaten Pandeglang.

Orang nomor satu di Pandeglang ini berjanji, pada 2018 mendatang infrastruktur untuk kebutuhan dasar anak akan dibangun. “Oleh karena itu, kami akan upayakan ada perpustakaan di setiap desa. Karena anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Pandeglang harus cerdas berkarakter dan berbudi luhur,” harapnya.

Selain itu, Irna bejanji akan meningkatkan perlindungan terhadap anak seperti dibentuknya peraturan daerah (perda) tentang wilayah tanpa asap rokok dan perlindungan dari segala diskriminasi terhadap anak. Kemudian, kata dia, juga akan dilakukan pemerataan zona aman sekolah, penyediaan perpustakaan layak anak, dan peningkatan pelayanan kesehatan di tiap sekolah. “Semua itu, akan jadi sebuah rujukan utuk mewujudkan Pandeglang sebagai daerah layak anak,” terangnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pandeglang Deden Kuswan tak membantah jika pembentukan karakter anak di Kabupaten Pandeglang saat ini belum sepenuhnya berjalan optimal. Oleh karena itu, kata dia, acara peringatan Hari Anak Nasional ini salah satu upaya Pemkab dalam penguatan perlindungan anak, yang dimulai dari pendidikan dasar pada lingkungan keluarga. “Karena, pendidikan keluarga sangat dominan sekali dalam pembentukan karakter seorang anak. Sehingga, apa yang dilakukan orangtua dapat membentuk karakter anak dengan cepat dan tepat,” katanya. (Herman/RBG)