Bupati Irna Ancam Rotasi Pegawai Malas

0
988 views
BERI ARAHAN: Bupati Irna Narulita didampingi Kepala Dinas Ketapang Tati Suwagiharti (kanan) dan Dandim 0601 Pandeglang Nur Fitriana Heru Wibawa (kiri) saat memberikan arahan dalam rapat. FOTO: ADIB/RADAR BANTEN

PANDEGLANG – Hal tidak biasa ditunjukkan oleh Bupati Irna Narulita saat mengisi acara kedinasan. Biasanya ia terlihat pelan dalam menyampaikan amanat kepada para pegawai. Namun, kemarin (13/7), orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang itu dengan keras meminta semua pegawainya bekerja optimal dan tidak malas-malasan.

Bahkan Irna mengancam, apabila instruksinya itu tidak diindahkan, bakal melakukan rotasi. Sikap tegas Irna itu diperlihatkan dalam acara rapat koordinasi ketahanan pangan di salah satu rumah makan di Pandeglang, Kamis (13/7).

Hadir Asda Bidang Administrasi Umum M Olis Solihin, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominsantik) Yahya Gunawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tati Suwagiharti, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Wowon Dirman, Komandan Kodim (Dandim) 0601 Pandeglang Letkol Inf Nur Fitriana Heru Wibawa, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Pandeglang.

Irna mengatakan, semua pegawai Pemkab harus bekerja optimal agar roda pemerintahan berjalan lancar dan target pembangunan daerah tercapai. Oleh karena itu, ia bakal terus melakukan evaluasi dan menilai kinerja semua pegawanya. “Ibu (Irna menyebut namanya-red) enggak main-main, kalau ada yang malas-malasan bakal langsung dirotasi. Kalau target program kegiatan yang dilakukan tidak tercapai, mereka akan menjadi target Ibu,” katanya, kemarin.

Irna menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan pegawai Pemkab dirotasi, di antaranya karena tidak ada kemajuan yang sangat signifikan dalam menjalankan amanat pembangunan. “ASN itu memiliki tanggung jawab terhadap pimpinannya, pimpinan enggak sembarangan naruh beliau itu. Saya percaya kemapuannya, kompetensinya, keahliannya, pengalamannya, tidak tercela, dan kompetensinya. Tetapi apabila di perjalanan ternyata ada pejabat yang enggak ahli, satu tahun menjabat enggak ada kemajuan, maka harus ada rotasi untuk penyegaran, biar fair (adil) agar pemerintahan ini enggak macet,” katanya.

Apakah ancaman rotasi itu ada kaitannya dengan rendahnya serapan anggaran pembangunan? Irna tidak menjawab secara gamblang. Namun, ia meyakinkan anggaran untuk kegiatan pembangunan bakal terserap secara optimal. “Belum, belum, masih dipecutin. Agustus lihat deh, pasti akan indah pada waktunya. Tetapi kalau untuk rotasi itu, kita melihatnya dari kinerjanya bagus, kerjanya kencang, mesin perubahannya jalan. Kalau ada yang loyo, ya kita rotasi,” katanya.

Selain itu, Irna juga menginstruksikan kepada semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyampaikan semua kegiatan pembangunan, baik yang sedang dilakukan maupun yang sudah dilakukan. Soalnya, kata dia, selama ini masyarakat banyak yang tidak mengetahui apa saja hasil pembangunan selama dirinya memimpin Kabupaten Pandeglang. “Sampaikan ke Diskominsantik (Dinas Komunikasi Informatikan Sandi dan Statik), biar ada koordinasi dengan semua OPD, biar masyarakat juga mengetahui apa saja yang sedang dibangun dan yang sudah dibangun. Kepala dinas jangan hanya diam dan duduk di bangku, tetapi bekerja,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Diskominsantik Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan Kasbin mengklaim, semua OPD sudah memiliki alat untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait hasil pembangunan yang dilakuikan. Namun, kata dia, untuk yang berkoordinasi dengan instansinya, baru Dinas Kesehatan (Dinkes). “Sebetulnya masing-masing dinas sudah memiliki cara untuk hal itu, hanya saja memang kurang dioptimalkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Tati Suwagiharti mengklaim dirinya terus melakukan pengawasan terhadap semua anak buahnya dengan cara memeriksa absensi kehadiran setiap hari. “Apakah ada yang pulang duluan atau tidak. Intinya kita terus pantau semua kinerja para pegawai,” katanya. (Adib F/RBG)