Bupati Irna: Pandeglang Bisa jadi Lumbung Pangan

0
545 views
BERIKAN ARAHAN: Bupati Irna Narulita memberikan arahan kepada para kepala UPT Pertanian dan PPL di Pendopo Pemkab Pandeglang, Senin (6/2).

PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang diyakini akan mampu menjadi lumbung pangan Indonesia setelah Jawa Barat dan Lampung. Syaratnya, seluruh stakeholder yang terkait dengan pertanian, seperti penyuluh pertanian lapangan (PPL), tenaga harian lapangan (THL), PNS, dan para petani bahu-membahu bekerja sama meraih tujuan itu.

Seperti diketahui, luas lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang mencapai 131.222 hektare. Lahan seluas itu, sampai saat ini belum dioptimalkan penggunaannya. “Jika pada 2016 produksi padi sebanyak 724 ribu ton maka untuk 2017 harus mencapai 747.932 ton,” kata Bupati Irna Narulita saat memberikan arahan kepada para unit pelaksana teknis (UPT) Pertanian dan 192 penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang terdiri atas tenaga harian lepas (THL) dan PNS di Pendopo Pemkab Pandeglang, Senin (6/2).

Irna memastikan, jika kerja sama itu terjalin baik, Provinsi Banten, khususnya Pandeglang pada 2017 menjadi pemasok swasembada pangan, setelah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Lampung. “Makanya, Pandeglang yang memiliki lahan luas, ke depan tidak menutup kemungkinan menjadi penyuplai jagung dan kedelai ke Jakarta, selain padi,” tukasnya.

Ia berharap, kinerja UPT Pertanian dan sejumlah PPL meningkat sebagai komitmen dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. “Kita harus bekerja sama agar dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pandeglang Rika Kartikasari mengapresiasi arahan Bupati terhadap para UPT Pertanian dan PPL. Sebab, pengarahan itu bisa terwujud jika terjadi kerja sama antara petani dan PPL. “Sehingga Pandeglang, ke depan menjadi daerah yang berdaya saing baik di Banten maupun di Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Wowon Dirman berjanji, setelah para UPT pertanian dan para PPL diberi pengarahan oleh Bupati, ia akan melakukan pengarahan secara keberlanjutan. “Kita akan lakukan pengarahan secara simultan, akan tetapi komitmen para UPT dan PPL pun tak akan sukses, tanpa ada semangat juang dari para petani langsung,” pungkasnya. (Herman/Radar Banten)