Bupati Irna: Proyek Strategis Nasional Tingkatkan Ekonomi

Bupati Pandeglang Irna Narulita

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengaku optimistis dalam sekejap ekonomi masyarakat di Kabupaten Pandeglang akan meningkat secara signifikan. Hal itu seiring pembangunan Tol Serang-Panimbang dan sejumlah proyek strategis nasional selesai sesuai target.

“Tidak lama lagi pembangunan tol akan dilakukan. Jika melihat proses pembebasan lahan, sudah hampir selesai. Seperti di Kabupaten Serang sudah 70 persen. Sedangkan di Pandeglang saat ini sudah mencapai 24 persen,” kata Irna kepada Radar Banten, ditemui di ruang garuda pendopo Pemkab Pandeglang, Selasa (4/9).

Irna meyakini, jika jarak tempuh Jakarta-Pandeglang dengan waktu satu setengah jam maka Pandeglang akan menjadi buruan para investor dalam negeri maupun luar negeri. “Saat ini saja para investor dari beberapa negara sudah ada yang datang karena mereka tahu jalan tol akan segera dibangun. Seperti beberapa hari lalu, ada investor yang datang ingin membuat gudang distributor elpiji untuk kebutuhan Banten, Jakarta, dan Lampung,” ujarnya.

Irna mengaku, untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan sejumlah infrastruktur sepenuhnya tidak bisa dilakukan oleh pemkab lantaran kemampuan anggarannya terbatas. “Dua tahun empat bulan Ibu (Irna menyebut dirinya-red) membangun Pandeglang, tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat dan kerja keras OPD (organisasi perangkat daerah),” katanya.

Untuk menunjang percepatan peningkatan investasi, kata Irna, pemkab juga mendorong beberapa sektor potensi daerah seperti di bidang agrobisnis, maritim, dan sektor wisata.

Ia menjelaskan, untuk wilayah kemaritiman, dipusatkan di beberapa titik. Mulai dari Kecamatan Carita, Sidamukti, Panimbang, hingga Kecamatan Sumur. Sementara untuk wilayah perindustrian skala sedang hingga besar di wilayah selatan, salah satunya Kecamatan Panimbang.

Kemudian di bidang wisata, lanjut Irna, Pandeglang akan menjadi perhatian wisatawan lokal dan macanegara dengan adanya proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

“Di sisi lain kami juga sedang melakukan validasi data kemiskinan. Saat ini hanya mengetahui data sebanyak 125 ribu masyarakat miskin. Namun, ketika melihat jumlah pembuat SKTM (surat keterangan tidak mampu) pada Dinas Sosial tahun ini mencapai 700 ribu. Hal itu ada ketimpangan dan perlu kami lakukan validasi. Sehingga ke depan jumlah warga miskin lebih akurat dan lebih mudah cara pengentasannya,” katanya.

Irna berjanji akan mengawal proyek strategis nasional agar pelaksanaannya tidak terkendala. “Makanya, kami selalu respons dengan segala informasi yang kemungkinan menjadi kendala. Seperti ada pembebasan lahan jalan tol yang terkendala. Saya minta camat dan kepala desa proaktif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak menghambat rencana pembangunan,” katanya.

Irna berharap, masyarakat Kabupaten Pandeglang juga harus mempersiapkan diri menerima kemajuan dan persaingan pasar. “Jangan sampai program dan pembinaan yang kami lakukan di bidang pertanian, khususnya padi, jagung, dan kedelai tidak mampu bersaing pada pasar domestik,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Harulsamsi berjani akan terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian dalam melakukan pembinaan guna mempersiapkan kemampuan petani agar mampu bersaing. “Kami juga menyadari bahwa lahan potensi pertanian di Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Dengan itu, petani juga sangat optimistis ke depan jika harus mempersiapkan diri sebagai daerah pemasok pajale (padi, jagung, dan kedelai),” katanya. (Herman/RBG)