Bupati Irna Tolak Impor Beras karena Rugikan Petani

Bupati Pandeglang Irna Narulita saat penan raya padi hibrida di Kampung Cilancar, Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Selasa (6/2).

PANDEGLANG –  Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan tegas mendukung sikap petani yang meminta agar pemerintah pusat tidak melakukan impor beras.

Menurut Irna, impor beras dari Thailand, Filipina, dan Bangladesh hanya akan merugikan para petani. “Panen raya di Kabupaten Pandeglang sudah dimulai dan akan diikuti daerah lain. Jadi, buat apa impor beras?” kata Irna saat memberikan sambutan pada acara panen raya padi hibrida di Kampung Cilancar, Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Selasa (6/2).

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Agus M Tauchid, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin, Asda Bidang Pemerintahan Agus Priyadi Mustika, Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Indah Dinarsiani, Asda Bidang Administrasi Umum (Adum) Undang Suhendar, Wakil Ketua DPRD Pandeglang Duriat, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Haerulsamsi, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wibawa, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Irna memastikan, apabila pasokan beras impor mememuhi sejumlah pasar di Kabupaten Pandeglang, akan berdampak terhadap menurunnya pendapatan para petani. “Tolak impor beras karena hanya akan merugikan para petani, salah satunya merosotnya penghasilan. Kami harap beras impor jangan sampai masuk di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Irna meyakini, Kabupaten Pandeglang tidak akan kekurangan beras karena potensi lahan pertanian yang luas. “Salah satunya di Kecamatan Cikeusik ini. Hampir seluas 5.200 hektare persawahan produktif. Dari sebanyak itu, seluas 1.500 hektare siap panen. Dan hari ini (kemarin-red) seluas 70 ribu hektare yang tengah dipanen,” katanya.

Irna menerangkan, panen raya ini sebagai bentuk dukungan Pemkab untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Banten. “Hal ini merupakan salah satu komitmen Pemkab dalam bekerja sama untuk mewujudkan swasembada pangan di Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Agus M Tauchid mengatakan bahwa peran Pemkab Pandeglang untuk menyejahterakan petani sangat besar. “Dengan itu, Pemprov dan pemerintah pusat akan terus berupaya menambah pembangunan gudang padi dan alat pengering. Tujuannya untuk mengoptimalkan swasembada pangan di Pandeglang,” katanya. (Herman/RBG)