Bupati Iti: Banjir Rusak Fasum yang Baru Dibangun

0
457 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Ciparasi, Kecamatan Sobang, Minggu (12/2).

RANGKASBITUNG – Bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Lebak pada Kamis (9/2) lalu, merupakan bencana alam terbesar. Selain merusak jalan, jembatan, dan sarana pendidikan, musibah itu juga membuat warga kehilangan harta benda. “Bencana banjir kali ini merupakan bencana banjir terbesar dan terberat yang kami alami sepanjang sejarah di Lebak. Banyak fasilitas umum (fasum-red) yang baru selesai dibangun, tak meninggalkan sisa. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kesabaran,” kata Iti usai menghadiri rapat paripurna hasil reses DPRD Lebak, Senin (13/2).

Orang nomor satu di Lebak ini menerangkan, bencana banjir dan longsor di Lebak terjadi di 17 kecamatan, 96 desa, dan merendam 2.316 rumah. Musibah itu bukan hanya merusak jalan dan 15 jembatan, tetapi juga merusak 961 hektare lahan pertanian dan menelan satu korban jiwa. “Tim tangguh bencana Kabupaten Lebak, hingga saat ini masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap korban bencana alam yang terjadi Kamis pekan lalu. Tim tangguh itu dikomandoi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota Tagana, pegawai Dinkes, PMI, dan para relawan,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Budi Santoso menerangkan, satu orang korban bencana bernama Sarwi, warga Kampung Jamrut, Desa Wagung Jaya, Kecamatan Cilograng. Korban meninggal akibat tertimpa longsor pada Sabtu (11/2) lalu. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor. Apalagi, kata dia, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih akan terjadi hingga akhir Februari.

Alhamdulillah, penanganan bencana banjir dan longsor di Lebak sudah cukup baik. Para relawan tangguh dari BPBD, Tagana, Polri, dan TNI, bahu membahu membantu korban banjir dan longsor di 17 kecamatan. Bahkan, bantuan peralatan bencana dan bantuan tanggap darurat dari BPBD diterima korban banjir dengan cepat,” katanya. (Nurabidin Ence/Radar Banten)