Bupati Lebak Berikan Belasan Traktor kepada Petani

0
1.092 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya saat memberikan hand tractor.

RANGKASBITUNG – Bupati Iti Octavia Jayabaya memberikan belasan hand tractor (traktor tangan) kepada kelompok tani (poktan) di Kabupaten Lebak. Pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) itu bertujuan untuk mempercepat proses tanam dan meningkatkan produksi padi di 28 kecamatan.

“Lebak menjadi penyuplai beras terbesar di Banten, selain Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang. Karenanya, saya ingin produksi padi terus meningkat sehingga program swasembada pangan bisa dicapai di Banten,” kata Iti Octavia Jayabaya kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, hand tractor yang telah diberikan kepada poktan harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Setiap anggota kelompok wajib merawat alat tanam padi tersebut supaya tidak cepat rusak. Jangan sampai, kata Iti, satu bulan diserahkan, bantuan tersebut sudah rusak dan akhirnya mubazir.

“Tiap tahun, produksi pangan di Lebak selalu surplus. Tahun lalu, produksi padi di Lebak lebih dari 500 ribu ton dan tahun ini ditarget mencapai 600 ribu ton lebih,” ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, pemerintah pusat juga telah meluncurkan kartu tani Indonesia. Kartu tani tersebut memiliki banyak manfaat bagi para petani di daerah karena bisa mengakses bantuan pupuk, benih, dan akses permodalan di perbankan.

“Sekarang, kita tidak hanya menyerahkan bantuan hand tractor. Tapi juga menyosialisasikan kartu tani Indonesia kepada para penyuluh pertanian di Lebak,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna menyatakan, jumlah bantuan hand tractor untuk poktan sebanyak 18 unit. Anggaran untuk pengadaan proyek tersebut bersumber dari APBD Lebak, dengan harga Rp23 juta per unit. “Alsintan yang kita berikan kepada petani diharapkan dapat mempercepat proses tanam dan meningkatkan kuantitas serta kualitas hasil pertanian di daerah,” tandasnya.

Pengurus kelompok tani, katanya, harus memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Tujuannya, untuk meningkatkan hasil pertanian. “Jika produksi pertanian meningkat, petani akan diuntungkan dan ekonomi mereka akan tumbuh dengan baik,” paparnya.

Ditanya terkait kartu tani Indonesia, Dede menyatakan, Distanbun Lebak baru melakukan sosialisasi kepada kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan para penyuluh. Rencananya, 10.700 orang petani di Lebak dalam waktu dekat akan menerima kartu tani tersebut. “Semoga, kartu tani yang akan diluncurkan pemerintah itu bermanfaat. Terpenting, bisa meningkatkan kesejahteraan petani di 28 kecamatan,” katanya. (Mastur/RBG)